waktudulu.com
  • Kaset Kusut
  • Kotak Mainan
  • Layar Jadul
  • Kertas Tua
  • Barang Kenangan
  • Jejak Peristiwa
  • Ragam
No Result
View All Result
  • Kaset Kusut
  • Kotak Mainan
  • Layar Jadul
  • Kertas Tua
  • Barang Kenangan
  • Jejak Peristiwa
  • Ragam
waktudulu.com
No Result
View All Result
  • Kaset Kusut
  • Kotak Mainan
  • Layar Jadul
  • Kertas Tua
  • Barang Kenangan
  • Jejak Peristiwa
  • Ragam

“Mencekam” tapi Dirindukan, Sejarah Sirine Penanda Imsak Puasa Jaman Dulu

Februari 24, 2026
in Ragam
“Mencekam” tapi Dirindukan, Sejarah Sirine Penanda Imsak Puasa Jaman Dulu
Share on FacebookShare on Twitter

Bagi Anda yang tumbuh besar di tahun 80-an dan 90-an, ada satu suara yang selalu memecah kesunyian sahur: Suara sirine yang meraung panjang melalui radio. Suara“nguuuung” yang khas itu bukan sekadar bunyi bising, melainkan komando bagi jutaan orang untuk segera menghabiskan suapan terakhir. Ya, suara itu adalah tanda waktu imsak.

Imsak adalah waktu peringatan untuk menahan diri dari makan, minum, dan hal-hal yang membatalkan puasa, biasanya ditetapkan sekitar 10 menit sebelum waktu subuh (fajar sidiq). Imsak berfungsi sebagai langkah kehati-hatian (ihtiyath) agar umat Muslim tidak terlambat berhenti makan sahur

Baca Juga

Jejak Budaya Belanda dalam Lezatnya Nastar & Kastengel

H. Muammar ZA, Sang Maestro Qori Penyejuk Hati

Mengenang KH. Zainudin MZ, Sosok “Dai Sejuta Umat” yang Fenomenal

Namun, pernahkah Sobat Jadul bertanya-tanya, dari mana asal-usul penggunaan sirine sebagai penanda imsak di Indonesia?

Dari Penanda Bahaya menjadi Penanda Waktu Imsak

Penggunaan sirine di Indonesia sebenarnya tidak bisa dilepaskan dari infrastruktur peninggalan zaman kolonial Belanda dan masa Perang Dunia II. Dahulu, sirine dipasang di titik-titik strategis kota (seperti menara air atau gedung pemerintahan) sebagai Early Warning System atau tanda bahaya serangan udara (air-raid siren).

Beberapa sirene penimggalan jaman perang tersebut diantaranya berada di Blora berupa Sirine setinggi 15 meter peninggalan Belanda yang berbunyi “nguk” di Alun-Alun, Serunee (sirene) dari masjid di Bireuen yang dimodifikasi dari mobil pemadam kebakaran Jepang dan sirine kereta api zaman Belanda di Masjid Raya di Aceh,

Setelah masa kemerdekaan, fungsi sirine ini mulai dialihkan oleh pemerintah setempat dan pengurus masjid besar untuk kepentingan publik, termasuk sebagai penanda waktu berpuasa.

Sejak sekitar tahun 1970-an atau 1980-an, alat ini mulai digunakan pemerintah daerah sebagai penanda waktu buka puasa (Maghrib) dan imsak (saat sahur).

Peran RRI

Mengapa sirine identik dengan radio di tahun 80-an? Jawabannya adalah karena RRI (Radio Republik Indonesia). Di era itu, televisi belum menjamur dan gadget canggih belum ada. Radio adalah sumber informasi waktu paling akurat.

RRI memutar rekaman sirine yang diikuti dengan suara pengumuman saatnya waktu imsak dan disiarkan ke seluruh pelosok negeri. Kebiasan ini dikkuti juga oleh radio swasta yang mulai menjamur di akhir 80-an hingga 90-an sehingga sura raungannya semakin menggema di mana-mana.

Bagi generasi 80-an, sirine memiliki dampak psikologis yang unik. Saat sirine berbunyi, suasana meja makan yang tenang mendadak jadi riuh. “Ayo cepat, sudah imsak!” adalah kalimat yang paling sering terdengar dari para Ibu.

Memasuki tahun 2000-an hingga sekarang, penggunaan sirine mulai perlahan memudar dan digantikan sholawat atau pesan hikmah yang ditayangkan di televisi, oleh aplikasi smartphone Notifikasi di ponsel kini lebih diandalkan daripada menunggu siaran radio,

Meski sekarang kita sudah tidak lagi mendengar suara sirine yang “mencekam” namun dirindukan itu, memori tentangnya tetap menjadi bagian dari sejarah perkembangan budaya Ramadhan di Indonesia. Sirine adalah saksi bisu betapa sederhananya teknologi masa lalu mampu membangun harmoni dan kesan di bulan suci. (WD)

Artikel Menarik Lainnya

Jejak Budaya Belanda dalam Lezatnya Nastar & Kastengel

Jejak Budaya Belanda dalam Lezatnya Nastar & Kastengel

Maret 17, 2026
H. Muammar ZA, Sang Maestro Qori Penyejuk Hati

H. Muammar ZA, Sang Maestro Qori Penyejuk Hati

Maret 5, 2026
KH Zainudin MZ

Mengenang KH. Zainudin MZ, Sosok “Dai Sejuta Umat” yang Fenomenal

Februari 18, 2026
Tradisi munggahan

Makna Tersembunyi di Balik Hangatnya Tradisi Munggahan

Februari 17, 2026
Aktivitas Anak 90-an yang Kini Tinggal Kenangan

5 Aktivitas Remaja 90-an yang Kini Tinggal Kenangan

Februari 2, 2026
gaya anak muda 90an

Gaya Berpakaian Anak Muda 90-an: Kental Pengaruh Film dan MTV

Februari 1, 2026
Next Post
Muhammad ali vs sonny liston

25 Februari 1964: Muhammad Ali Merebut Gelar Juara Dunia Pertamanya dari Sonny Liston

Discussion about this post

Terbaru

Pesta Persib Juara dari Masa ke Masa: Tradisi Bobotoh “Membirukan” Kota Bandung

Pesta Persib Juara dari Masa ke Masa: Tradisi Bobotoh “Membirukan” Kota Bandung

Mei 23, 2026
Operet Lebaran Papiko

Papiko: Hiburan Malam Lebaran di TVRI yang Melegenda

Maret 20, 2026
Lagu lebaran nostalgia

Dari yang Syahdu Hingga yang Lucu, Ini Deretan Lagu Lebaran Jaman Dulu

Maret 19, 2026
khong guan biskuit legendaris

Jadi Ikon Lebaran di Indonesia, Ini Fakta-fakta Menarik Biskuit Khong Guan

Maret 18, 2026
Jejak Budaya Belanda dalam Lezatnya Nastar & Kastengel

Jejak Budaya Belanda dalam Lezatnya Nastar & Kastengel

Maret 17, 2026
waktudulu.com

Situs Nostalgia Terlengkap: Jelajahi kembali kenangan masa lalu melalui artikel tentang musik retro, tren gaya hidup jadul, ulasan mainan dan barang vintage, hingga peristiwa bersejarah. Tempat seru bagi kamu yang rindu masa lalu. "Satu Klik, Beribu Memori"

Jangan Lewatkan!

film boneka si unyil

Si Unyil, Bocah Berpeci yang Ditunggu Anak-Anak di Minggu Pagi

by WaktuDulu
Februari 8, 2026
0

Bagi generasi yang tumbuh di era 80-an dan 90-an, hari Minggu pagi pukul 08.00 WIB selepas acara Senam Pagi Indonesia...

Peristiwa penyanderaan Meutya Hafid dan budiyanto

18 Februari 2005: Peristiwa Penyanderaan Jurnalis Metro TV di Irak

by WaktuDulu
Februari 18, 2026
0

Dunia pers Indonesia dicekam ketegangan luar biasa saat dua kru Metro TV, jurnalis Meutya Hafid dan juru kamera Budiyanto, diculik...

Mengenang Gernaha Matahari Total 1983

Gerhana Matahari Total 1983: Antara Sains, Mitos & Ketakutan

by WaktuDulu
Februari 12, 2026
0

Pada tanggal 11 Juni 1983, sebuah fenomena alam langka menyapa langit Nusantara. Gerhana Matahari Total (GMT) melintasi wilayah Indonesia dengan...

No Result
View All Result
  • Home
    • Home – Layout 1
    • Home – Layout 2
    • Home – Layout 3

© 2026 - waktudulu.com.