waktudulu.com
  • Kaset Kusut
  • Kotak Mainan
  • Layar Jadul
  • Kertas Tua
  • Barang Kenangan
  • Jejak Peristiwa
  • Ragam
No Result
View All Result
  • Kaset Kusut
  • Kotak Mainan
  • Layar Jadul
  • Kertas Tua
  • Barang Kenangan
  • Jejak Peristiwa
  • Ragam
waktudulu.com
No Result
View All Result
  • Kaset Kusut
  • Kotak Mainan
  • Layar Jadul
  • Kertas Tua
  • Barang Kenangan
  • Jejak Peristiwa
  • Ragam

Papiko: Hiburan Malam Lebaran di TVRI yang Melegenda

Maret 20, 2026
in Layar Jadul
Operet Lebaran Papiko
Share on FacebookShare on Twitter

Bagi generasi 70-an 80-an hingga awal 90-an, malam takbiran belum lengkap rasanya jika belum menonton Operet Lebaran PAPIKO di TVRI. Di era ketika pilihan kanal televisi masih terbatas, PAPIKO hadir sebagai hiburan yang menyatukan seluruh keluarga di depan layar kaca sambil mempersiapkan segala keperluan Lebaran esok hari.

Operet Lebaran PAPIKO bukan sekadar acara musik biasa. Ia adalah tradisi malam Lebaran yang paling dinanti setiap tahun. Mari kita kenang kembali serba-serbi menarik di balik layar Operet Lebaran PAPIKO yang pernah berjaya di TVRI.

Baca Juga

Nostalgia Layar Kaca: Menelusuri Sejarah dan Kenangan Manis Bersama TVRI

Si Unyil, Bocah Berpeci yang Ditunggu Anak-Anak di Minggu Pagi

Kisah “Oshin” yang Mengharu Biru & Menguras Air Mata

Titiek Puspa, sosok di balik layar PAPIKO

Bicara PAPIKO, tak akan lepas dari sosok “Eyang” Titiek Puspa. Berdiri pada 27 Mei 1972 PAPIKO (Persatuan Artis Penyanyi Ibu kota) adalah paguyuban yang dibentuk untuk meningkatkan kualitas seniman Indonesia dibidang musik, komedi dan seni lainnya. Organisasi ini menjadi wadah bagi artis-artis lintas generasi untuk berkarya di bidangnya masing-masing.

Titiek Puspa

Dari perkumpulan inilah timbul gagasan untuk membuat Operet Lebaran PAPIKO, sebuah pertunjukan musikal kolosal yangmenampilkan artis-artis kenamaan sebagai bentuk rasa suka cita menyambut hari raya yang ditayangkan di TV nasional.

Namun tiadak semua operet lebaran yang ditayangkan digarap oleh PAPIKO, beberapa diantaranya diproduksi oleh pihak lain seperti grup Bimbo dan Patria Group dari Bandung

Tayangan Gemerlap Bertabur Bintang

PAPIKO adalah ajang berkumpulnya para bintang dunia hiburan masa itu. Penonton bisa melihat penyanyi papan atas, pemain film terkenal, hingga pelawak senior tampil dalam satu panggung.

Operet Lebaran Papiko

Nama-nama seperti Emilia Contessa, Grace Simon, Hetty Koes Endang, hingga para komedian dari grup Srimulat, Warkop DKI dan Benyamin S. seringkali ikut meramaikan. Menonton Operet Lebaran PAPIKO terasa seperti melihat “All-Star” dunia hiburan Indonesia.

Format Operet yang Unik

Salah satu daya tarik utama gelaran ini adalah formatnya yang menyerupai drama musikal atau operet. Mereka tidak hanya berdiri diam bernyanyi, tapi mengenakan kostum tematik dan berakting dalam sketsa-sketsa lucu.Cerita yang diangkat biasanya ringan, berkisar tentang kehidupan sehari-hari, tradisi mudik, atau pesan-pesan moral tentang silaturahmi.

Operet Lebaran Papiko

Beberapa judul yang pernah tayang diantaranya “Asrama Dara” (1980), “Lebaran di Bedeng” (1982), “Lebaran di Gang Kelinci” (1984), “Indahnya Berbagi Kasih” (1991) dan lain-lain. Khusus untuk episode “Lebaran di Bedeng”, PAPIKO mengangkat tema khusus tentang musibah letusan Gunung Galunggung yang terjadi pada tahun tersebut.

Kostum Megah dan Artistik

Meskipun teknologi televisi saat itu belum secanggih sekarang, Operet Lebaran PAPIKO selalu tampil dengan kostum yang sangat artistik. Setiap anggota PAPIKO seringkali mengenakan seragam yang elegan atau kostum tematik yang berwarna-warni, memberikan kesan mewah bagi penonton TVRI di seluruh pelosok nusantara.

Koreografi kolosal garapan Guruh Soekarnoputra

Guruh Soekarnoputra bersama grup kesenianSwara Maharddhika memiliki peran yang cukup besar dalam sejarah PAPIKO. Guruh dikenal sebagai sosok yang membawa standar baru dalam seni pertunjukan di Indonesia. Di PAPIKO, dia menyumbangkan sentuhan artistik pada gerakan tari para anggotanya.

Jika Anda mengingat penampilan Operet Lebaran PAPIKO yang sangat rapi, kolosal, dan memiliki unsur tradisional yang dikemas modern, itu sering kali melibatkan putra dari proklamator RI ini.

Operet Lebaran Papiko

Operet Lebaran PAPIKO mungkin kini tinggal kenangan , namun kehangatan yang dipancarkannya setiap malam Lebaran takkan pernah pudar dari ingatan. PAPIKO telah menjadi simbol kebersamaan keluarga indonesia yang dipersatukan melalui layar kaca di tengah sukacita menyambut hari raya.

Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mohon Maaf Lahir & Batin. Semoga memori manis malam takbiran bersama PAPIKO selalu membawa senyum di tengah perayaan Lebaran kita hari ini.

Artikel Menarik Lainnya

Nostalgia Layar Kaca: Menelusuri Sejarah dan Kenangan Manis Bersama TVRI

Nostalgia Layar Kaca: Menelusuri Sejarah dan Kenangan Manis Bersama TVRI

Agustus 25, 2026
film boneka si unyil

Si Unyil, Bocah Berpeci yang Ditunggu Anak-Anak di Minggu Pagi

Februari 8, 2026
Kisah “Oshin” yang Mengharu Biru & Menguras Air Mata

Kisah “Oshin” yang Mengharu Biru & Menguras Air Mata

Februari 12, 2026
5 Channel Youtube Nostalgia yang Membawa Kita “Kembali” ke Masa Lalu

5 Channel Youtube Nostalgia yang Membawa Kita “Kembali” ke Masa Lalu

Februari 3, 2026
Deretan Kartun Legendaris di TVRI yang Pernah Menemani Sore Kita

Deretan Kartun Legendaris di TVRI yang Pernah Menemani Sore Kita

Januari 31, 2026
pak-tino-sidin-gemar-menggambar-tvri.jpg.

Pak Tino Sidin Sang Guru Gambar Anak Tahun 80-an

Januari 22, 2026
Next Post
Pesta Persib Juara dari Masa ke Masa: Tradisi Bobotoh “Membirukan” Kota Bandung

Pesta Persib Juara dari Masa ke Masa: Tradisi Bobotoh "Membirukan" Kota Bandung

Discussion about this post

Terbaru

Kisah Di Balik Lagu “September Ceria”: Terinspirasi dari Perubahan Musim

Kisah Di Balik Lagu “September Ceria”: Terinspirasi dari Perubahan Musim

September 1, 2026
Nostalgia Layar Kaca: Menelusuri Sejarah dan Kenangan Manis Bersama TVRI

Nostalgia Layar Kaca: Menelusuri Sejarah dan Kenangan Manis Bersama TVRI

Agustus 25, 2026
Lomba 17 Agustusan: Antara Perayaan dan Sejarah Kelam Masa Penjajahan

Lomba 17 Agustusan: Antara Perayaan dan Sejarah Kelam Masa Penjajahan

Agustus 17, 2026
Dari “Gol Tangan Tuhan” hingga “Mexican Wave” ini Fakta Menarik Piala Dunia Mexico 1986

Dari “Gol Tangan Tuhan” hingga “Mexican Wave” ini Fakta Menarik Piala Dunia Mexico 1986

Juni 10, 2026
Pesta Persib Juara dari Masa ke Masa: Tradisi Bobotoh “Membirukan” Kota Bandung

Pesta Persib Juara dari Masa ke Masa: Tradisi Bobotoh “Membirukan” Kota Bandung

Mei 23, 2026
waktudulu.com

Situs Nostalgia Terlengkap: Jelajahi kembali kenangan masa lalu melalui artikel tentang musik retro, tren gaya hidup jadul, ulasan mainan dan barang vintage, hingga peristiwa bersejarah. Tempat seru bagi kamu yang rindu masa lalu. "Satu Klik, Beribu Memori"

Jangan Lewatkan!

luna 9

3 Februari 1966: Wahana Antariksa Luna 9 Jadi Pionir Pendaratan di Bulan

by WaktuDulu
Februari 3, 2026
0

Pada tanggal 3 Februari 1966, Uni Soviet mencatatkan sejarah besar dalam perlombaan antariksa ketika wahana Luna 9 berhasil melakukan pendaratan...

uang logam seratus rupiah

Pak Ogah dan Kenangan Uang 100 Rupiah

by WaktuDulu
Februari 2, 2026
0

“Cepek dulu dong…..!” begitu ucapan khas dari Pak Ogah, salah satu tokoh dalam film boneka Si Unyil yang berkepala plontos...

ipod_mini

20 Februari 2004: Apple Meluncurkan ipod Mini

by WaktuDulu
Februari 20, 2026
0

20 Februari 2004, Apple secara resmi meluncurkan iPod mini, sebuah perangkat yang tidak hanya mengecilkan ukuran pemutar musik, tetapi juga...

No Result
View All Result
  • Home
    • Home – Layout 1
    • Home – Layout 2
    • Home – Layout 3

© 2026 - waktudulu.com.