waktudulu.com
  • Kaset Kusut
  • Kotak Mainan
  • Layar Jadul
  • Kertas Tua
  • Barang Kenangan
  • Jejak Peristiwa
  • Ragam
No Result
View All Result
  • Kaset Kusut
  • Kotak Mainan
  • Layar Jadul
  • Kertas Tua
  • Barang Kenangan
  • Jejak Peristiwa
  • Ragam
waktudulu.com
No Result
View All Result
  • Kaset Kusut
  • Kotak Mainan
  • Layar Jadul
  • Kertas Tua
  • Barang Kenangan
  • Jejak Peristiwa
  • Ragam

Jejak Budaya Belanda dalam Lezatnya Nastar & Kastengel

Maret 17, 2026
in Ragam
Jejak Budaya Belanda dalam Lezatnya Nastar & Kastengel
Share on FacebookShare on Twitter

Kue kering atau cookies adalah “penganan wajib” yang selalu hadir di meja tamu setiap Idul Fitri. Namun, pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa lidah orang Indonesia begitu akrab dengan Nastar, Kastengel, atau Putri Salju? Padahal, bahan dasar seperti mentega dan keju bukanlah produk asli nusantara.

Setiap menjelang Lebaran, aroma margarin dan panggangan kue mulai menyeruak dari dapur-dapur rumah dan berjejer di rak-rak toko kue. Tradisi menyajikan kue kering ini ternyata memiliki sejarah panjang yang bermula dari pertemuan budaya kuliner Eropa (Belanda) dengan kreativitas masyarakat lokal Indonesia.

Baca Juga

H. Muammar ZA, Sang Maestro Qori Penyejuk Hati

“Mencekam” tapi Dirindukan, Sejarah Sirine Penanda Imsak Puasa Jaman Dulu

Mengenang KH. Zainudin MZ, Sosok “Dai Sejuta Umat” yang Fenomenal

Akulturasi Kuliner Zaman Kolonial

Pada masa penjajahan Belanda, kaum bangsawan dan warga Eropa di Hindia Belanda membawa tradisi menyajikan kue-kue kering (koekjes) untuk merayakan hari besar seperti Natal. Karena interaksi sosial, tradisi ini perlahan diadopsi oleh kaum priyayi dan masyarakat lokal sebagai hidangan istimewa saat hari raya Idulfitri.

Beberapa kue ikonik yang kita kenal sekarang adalah hasil modifikasi resep asli Belanda dengan bahan-bahan yang tersedia di tanah air.

Nastar

Nastar adalah primadona Lebaran yang paling legendaris. Namanya berasal dari bahasa Belanda, “Ananas Taart” (Ananas berarti nanas, dan Taart berarti kue/pai).

Foto: Baking World

Di Belanda, kue ini aslinya diisi dengan buah beri atau apel. Namun, karena buah-buah tersebut sulit didapat di Indonesia pada masa itu, masyarakat lokal menggantinya dengan nanas yang melimpah dan memiliki rasa asam-manis yang serupa. Inilah alasan mengapa Nastar hanya populer di Indonesia dan negara tetangga.

Pada masa kolonial, ada tradisi mengantar kue nastar dari keluarga Eropa untuk kaum priyayi yang sedang merayakan lebaran. Selain itu, nastar juga sebagai kue yang disajikan saat Natal oleh keluarga Eropa.

Kastengel

Di antara kue kering lainnya, kastengel termasuk kue kering yang dijual dalam harga cukup mahal. Wajar mahal dikarenakan dalam adonannya, diberi banyak parutan keju untuk memberikan aroma dan citarasa khas kastengel.

Kue asin yang satu ini murni pengaruh dari selera lidah Eropa yang menyukai keju. Nama Kastengel berasal dari kata “Kaas” (keju) dan “Stengels” (batangan).

Foto: Ketik

Dahulu, keju adalah barang mewah. Menyajikan Kastengel berarti menunjukkan status sosial atau rasa hormat yang tinggi kepada tamu yang datang bersilaturahmi.

Putri Salju

Meskipun populer di Indonesia, kue ini sebenarnya memiliki kemiripan dengan kue tradisional dari Austria dan Jerman yang bernama Vanillekipferl.

Foto: Frisian Flag

Kue ini berbentuk bulan sabit dan ditaburi gula halus yang melambangkan keanggunan musim dingin. Masyarakat Indonesia mengadopsinya dan memberinya nama yang indah: Putri Salju.

Lidah Kucing

Foto: Liputan6

Namanya mungkin terdengar unik, namun ini adalah terjemahan langsung dari bahasa Belanda “Kattetong”. Bentuknya yang panjang dan tipis memang menyerupai lidah kucing. Kue ini dibawa oleh orang Belanda ke Indonesia dan menjadi favorit karena teksturnya yang renyah dan lumer di mulut.

Transisi dari kue “eksklusif” bangsa Eropa menjadi kue rakyat terjadi seiring dengan semakin terjangkaunya bahan-bahan seperti tepung terigu dan margarin.

Jika dulu hanya kaum menengah ke atas yang menyajikannya, kini membuat atau membeli kue kering sudah menjadi simbol sukacita bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia dalam merayakan hari kemenangan. (WD)

Artikel Menarik Lainnya

H. Muammar ZA, Sang Maestro Qori Penyejuk Hati

H. Muammar ZA, Sang Maestro Qori Penyejuk Hati

Maret 5, 2026
“Mencekam” tapi Dirindukan, Sejarah Sirine Penanda Imsak Puasa Jaman Dulu

“Mencekam” tapi Dirindukan, Sejarah Sirine Penanda Imsak Puasa Jaman Dulu

Februari 24, 2026
KH Zainudin MZ

Mengenang KH. Zainudin MZ, Sosok “Dai Sejuta Umat” yang Fenomenal

Februari 18, 2026
Tradisi munggahan

Makna Tersembunyi di Balik Hangatnya Tradisi Munggahan

Februari 17, 2026
Aktivitas Anak 90-an yang Kini Tinggal Kenangan

5 Aktivitas Remaja 90-an yang Kini Tinggal Kenangan

Februari 2, 2026
gaya anak muda 90an

Gaya Berpakaian Anak Muda 90-an: Kental Pengaruh Film dan MTV

Februari 1, 2026

Discussion about this post

Terbaru

Jejak Budaya Belanda dalam Lezatnya Nastar & Kastengel

Jejak Budaya Belanda dalam Lezatnya Nastar & Kastengel

Maret 17, 2026
Kartu Lebaran: Romantisme Bermaaf-maafan Jarak Jauh Jaman Dulu

Kartu Lebaran: Romantisme Bermaaf-maafan Jarak Jauh Jaman Dulu

Maret 13, 2026
Mar10 Day

10 Maret 2016: Awal Mula Perayaan MAR10 Day

Maret 10, 2026
8 Maret 2014: Misteri Hilangnya Pesawat Malaysia Airlines MH370

8 Maret 2014: Misteri Hilangnya Pesawat Malaysia Airlines MH370

Maret 8, 2026
6 Maret 1971: Terbitnya Edisi Perdana Majalah Tempo

6 Maret 1971: Terbitnya Edisi Perdana Majalah Tempo

Maret 8, 2026
waktudulu.com

Situs Nostalgia Terlengkap: Jelajahi kembali kenangan masa lalu melalui artikel tentang musik retro, tren gaya hidup jadul, ulasan mainan dan barang vintage, hingga peristiwa bersejarah. Tempat seru bagi kamu yang rindu masa lalu. "Satu Klik, Beribu Memori"

Jangan Lewatkan!

nostalgia tamagotchi

Nostalgia Tamagotchi, Jatuh Bangun Memelihara Hewan Digital di Saku

by WaktuDulu
Februari 14, 2026
0

Bagi anak sekolah era 90-an dan awal 2000-an, ada sebuah tanggung jawab besar yang lebih mendebarkan daripada saat menghadapi ujian...

ipod_mini

20 Februari 2004: Apple Meluncurkan ipod Mini

by WaktuDulu
Februari 20, 2026
0

20 Februari 2004, Apple secara resmi meluncurkan iPod mini, sebuah perangkat yang tidak hanya mengecilkan ukuran pemutar musik, tetapi juga...

peluncuran facebook 1 februari 2004

4 Februari 2004: Lahirnya Raksasa Media Sosial Facebook

by WaktuDulu
Februari 4, 2026
0

Berawal dari sebuah kamar asrama sempit di Universitas Harvard pada 1 Februari 2004, Facebook (yang saat itu masih bernama "TheFacebook")...

No Result
View All Result
  • Home
    • Home – Layout 1
    • Home – Layout 2
    • Home – Layout 3

© 2026 - waktudulu.com.