Idulfitri tidak hanya tentang ketupat dan baju baru, tapi juga tentang alunan laguyang menemani meriahnya suasana hari raya yang penuh kebahagiaan.
Bagi generasi yang tumbuh besar sebelum era streaming, momen menjelang Lebaran selalu identik dengan lagu-lagu yang diputar berulang kali di radio, televisi dan di pusat perbelanjaan. Lagu-lagu ini seolah menjadi penanda bahwa Ramadhan akan berakhir dan hari kemenangan segera tiba.
Mari kita putar waktu mengenang suasana hari raya Idul Fitri di jaman dulu. Berikut list lagu-lagu lebaran dari dekade 50-an hingga 90-an
“Hari Lebaran” – Didi dan Orkes Mus Mualim (1954)
Bisa dikatakan ini nenek moyangnya lagu bertema Lebaran. Diciptakan oleh maestro musik Indonesia Ismail Marzuki, lagu ini dinyanyikan oleh Didi (Suyoso Karsono) dengan iringan orkes Mus Mualim.
Lagu ini dianggap sebagai “lagu wajib” perayaan Idul Fitri di Indonesia hingga beberapa kali dinyanyikan ulang oleh para penyanyi generasi setelahnya. Diantaranya dibawakan kembali oleh Denny Malik, Puput Novel, Betharia Sonata dan Yani Libels pada tahun 1991 dengan aransemen musik lebih modern dan disisipi lirik lagu rap.
“Lebaran” – Oslan Huesin (1959)
Satu lagi lagu ikonik yang mengangkat tema menyambut hari raya Idul Fitri dibawakan oleh Oslan Husein dengan iringan Orkes Widjaja Kusuma. Seperti lagu karya Ismail Marzuki, Lagu ini kembali diaransemen ulang oleh band GIGI pada tahun 2006 dengan sentuhan musik rock.
“Lebaran” – Rosita & OG Al-Fata (1977)
Di dekade 70-an suasana lebaran diwarnai oleh kehadiran lagu qasidah “Lebaran” yang dibawakan oleh Rosita bersama Orkes Gambus Al-Fata. Walaupun dirilis tahun 1977, lagu ini sering diperdengarkan di melalui radio tahun 80-an.
Selain versi Rosita, lagu ini pernah dibawakan oleh Latief M dan grup qasidah Nasida Ria.
“Lebaran Sebentar Lagi” – Bimbo (1984)
Memasuki era 80-an musik Indonesia semakin berkembang mengikuti jaman, tak terkecuali lagu-lagu religi. Grup asal Bandung Bimbo turut menciptakan beberapa lagu Islami populer, salah satunya lagu “Lebaran Sebentar Lagi”.
Lagu ini dibawakan dengan irama yang ceria diiringi suara anak-anak, menggambarkan kebahagiaan menyambut hari raya setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa.
“Raihlah Kemenangan” Elfa’s Singers (1991)
Elfa’s Singers grup vocal pimpinan Elfa Secioria turut mewarnai suasana Lebaran di awal dekade 90-an dengan lagu berjudul “Raihlah Kemenangan”
Sentujhan Jazz-pop yang menjadi ciri khas grup musik asal Bandung ini tersaji dinamis berpadu dengan lirik bertemakan kemenangan selepas Ramadhan dan menyambut hari kemenangan.
“Fajar 1 Syawal” – Bimbo (1992)
Selain populer dengan lagu-lagu pop romantis, grup beranggotakan Jaka, Acil, Syam dan Iin Parlina ini piawai menciptakan lagu-lagu religi yang menjadi hits di blantika musik Indonesia.
Kembali mengambil moment hari raya, pada 1992 Bimbo merilis lagu “Fajar 1 Syawal”. Berbeda dengan lagu “Lebaran Sebentar Lagi”, lagu kali ini berirama lebih syahdu menggambarkan keagungan dan kesucian Idul Fitri.
“Mudik” – P-Project (1997)
Jika penyanyi atau grup yang lain membawakan tema kesyahduan dan kegembiraan menyambut lebaran, grup musik parodi asal kota kembang ini membawakan lagu bertema unik tentang mudik.
P-Project yang beranggotakan Iszur, Daan Arya, Denny, Joe, dkk mengangkat kisah “kekacauan” saat mudik dengan lirik lagu bernuansa komedi yang menggelitik
“Baju Baru” – Dhea Ananda (1997)
Era 90-an berbagai genre musik memang sedang dalam masa keemasan di Indonesia, termasuk genre lagu anak-anak. Pada 1997 Anggota grup Trio Kwek-Kwek Dhea Ananda merilis lagu “Baju Baru” dalam rangka menyambut lebaran.
Tema yang diangkat tentu tidak lepas dari sudut pandang anak-anak dalam menyambut lebaran yang identik dengan baju baru dan makanan enak khas hari raya.
Lagu-lagu Lebaran jaman dulu kaya akan makna mendalam dalam liriknya, dibalut musikalitas tinggi dan kualitas vokal yang mumpuni mengalun seiring suasana perayaan yang sederhana namun berkesan pada saat itu.
Meski tren musik terus berganti dan teknologi semakin canggih, melodi-melodi klasik dari Bimbo hingga keceriaan lagu anak-anak Dhea Ananda tetap memiliki tempat istimewa di sudut hati kita.
Karena pada setiap ketukan nadanya menyimpan potongan memori masa lalu yang membuat hari kemenangan kita selalu terasa hangat dan bermakna.
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H, Mohon Maaf Lahir dan Batin (WD)













Discussion about this post