24 Februari 1981, Istana Buckingham mengumumkan secara resmi pertunangan Pangeran Charles dan Lady Diana Spencer. Sebuah momen bak cerita dongeng yang seketika menyulap gadis pemalu berusia 19 tahun dari kalangan biasa menjadi sosok “The People’s Princess” atau putri rakyat yang pesonanya mampu melampaui tembok istana.
Di hadapan kamera televisi, Diana memamerkan cincin tunangan safir biru 12 karat, sementara Charles melontarkan jawaban teka-teki “Whatever ‘in love’ means” yang kelak akan terus diingat sebagai bayang-bayang awal bagi kisah cinta paling dramatis dalam sejarah monarki modern.
Pernikahan Pangeran Charles dengan Diana membawa perubahan besar bagi istana. Diana dicintai karena keberaniannya mendobrak protokol istana yang kaku untuk bersentuhan langsung dengan masyarakat. Ia adalah bangsawan pertama yang berani bersalaman dengan pasien HIV/AIDS tanpa sarung tangan di tahun 80-an.














Discussion about this post