waktudulu.com
  • Kaset Kusut
  • Kotak Mainan
  • Layar Jadul
  • Kertas Tua
  • Barang Kenangan
  • Jejak Peristiwa
  • Ragam
No Result
View All Result
  • Kaset Kusut
  • Kotak Mainan
  • Layar Jadul
  • Kertas Tua
  • Barang Kenangan
  • Jejak Peristiwa
  • Ragam
waktudulu.com
No Result
View All Result
  • Kaset Kusut
  • Kotak Mainan
  • Layar Jadul
  • Kertas Tua
  • Barang Kenangan
  • Jejak Peristiwa
  • Ragam

Lomba 17 Agustusan: Antara Perayaan dan Sejarah Kelam Masa Penjajahan

Agustus 17, 2026
in Jejak Peristiwa
Lomba 17 Agustusan: Antara Perayaan dan Sejarah Kelam Masa Penjajahan
Share on FacebookShare on Twitter

Momen 17 Agustus selalu disambut gembira oleh masyarakat Indonesia. Tidah hanya dirayakan dengan upacara bendera dan pembuatan gapura. Berbagai macam lomba telah menjadi tradisi sejak dulu untuk selalu digelar di momen hari kemerdekaan tersebut.

Lomba-lomba seperti makan kerupuk, balap karung dan panjat pinang selalu menjadi favorit untuk diikuti. Tidak hanya oleh anak-anak, ibu-ibu dan bapak-bapak pun tak jarang untuk berpartisipasi di pesta tahunan itu.

Baca Juga

Dari “Gol Tangan Tuhan” hingga “Mexican Wave” ini Fakta Menarik Piala Dunia Mexico 1986

Pesta Persib Juara dari Masa ke Masa: Tradisi Bobotoh “Membirukan” Kota Bandung

Kilas Balik Covid-19: Ketika “Badai” Pandemi Mengguncang Nusantara

Dibalik kegembiraan merayakan kemerdekaan, ternyata tersimpan sejarah kelam dari lomba-lomba tersebut. Lomba makan kerupuk, balap karung dan panjat pinang memiliki sejarah panjang di Indonesia. Lomba ini lahir di saat yang sulit pada masa penjajahan.

Lomba Makan Kerupuk

Lomba makan kerupuk mulai populer pada tahun 1950-an untuk merayakan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Pemerintah dan masyarakat saat itu mengadakan perlombaan ini untuk menghibur rakyat setelah masa perang kemerdekaan usai, sekaligus mengenang masa-masa sulit ketika kerupuk menjadi makanan rakyat yang murah dan mudah didapat

Kerupuk adalah salah satu makanan pelengkap andalan bangsa Indonesia sejak tahun 1930-1940-an. Saat itu, krisis ekonomi terjadi dan harga bahan pangan melambung tinggi.

Lomba makan kerupuk digunakan sebagai media untuk menghibur rakyat setelah masa perang usai dan menjadi pengingat akan kondisi sulit saat masa perang karena saat itu (1945-1950) masyarakat masih memperjuangkan kemerdekaan terutama bertahan dari Agresi Militer Belanda.

Lomba Balap Karung

Lomba ini sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda. Permainan ini awalnya dimainkan oleh anak-anak di sekolah-sekolah Belanda atau perayaan rakyat, lalu dipopulerkan oleh masyarakat Betawi di Jakarta dengan memanfaatkan karung goni atau karung beras bekas.

Banyak masyarakat Jakarta, khususnya Betawi, memainkan lomba balap karung di masa Belanda karena biayanya yang murah. Selain itu, permainan tersebut tidak memiliki aturan yang rumit.

Ada pula yang mengatakan bahwa balap karung juga menyimbolkan masa sulit jamn penjajahan di mana warga miskin terpaksa memakai karung goni kasar sebagai baju dan celana karena tidak mapu membeli pakaian yang layak.

Lomba Panjat Pinang

Saat Belanda masih menguasai Indonesia, mereka pernah mewajibkan wilayah koloninya untuk memperingati Koninginnedag setiap tanggal 31 Agustus. Hari itu dimaksudkan untuk menghormati kelahiran Ratu Belanda, Wilhelmina Helena Pauline Marie van Orange-Nassau.

Sebab itu, semua masyarakat diminta untuk melakukan berbagai perayaan salah satunya lomba panjat pinang. panjat pinang di era kolonial disebut dengan de Klimmast oleh orang Belanda yang artinya memanjat tiang. Lomba ini diikuti oleh orang-orang pribumi sebagi hiburan bagi orang-orang Belanda kala itu.

Pada tahun 1920-an, bahan makanan seperti beras, tepung, roti, keju, gula dan pakaian menjadi barang yang diperebutkan di puncak panjat pinang. Hadiah tersebut masih dinilai mewah oleh orang-orang pribumi.

Jika dilihat dari sejarahnya, beberapa perlombaan khas 17 Agustus memang memiliki sejarah kelam. Namun, terlepas dari sisi gelap sejarahnya, lomba makan kerupuk, balap karung dan panjat pinang tetap memiliki filosofi sendiri jika dikaitkan dengan perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Di masa sekarang lomba-lomba tersebut dimaknai sebagai ajang penguat silaturahmi, kebersamaan dan gotong royong. Bagi anak-anak mengikuti lomba berarti memupuk sikap sportif, jujur dan tidak mudah menyerah sejak dini. Dari sisi kesehatan, aneka lomba yang menuntut pergerakan tubuh melatih motorik i agar tumbuh aktif, sehat dan kuat.

Dirgahayu Republik Indonesia ke-81 Tahun! (WD)

Artikel Menarik Lainnya

Dari “Gol Tangan Tuhan” hingga “Mexican Wave” ini Fakta Menarik Piala Dunia Mexico 1986

Dari “Gol Tangan Tuhan” hingga “Mexican Wave” ini Fakta Menarik Piala Dunia Mexico 1986

Juni 10, 2026
Pesta Persib Juara dari Masa ke Masa: Tradisi Bobotoh “Membirukan” Kota Bandung

Pesta Persib Juara dari Masa ke Masa: Tradisi Bobotoh “Membirukan” Kota Bandung

Mei 23, 2026
Kilas balik pandemi covid 19 di indonesia

Kilas Balik Covid-19: Ketika “Badai” Pandemi Mengguncang Nusantara

Maret 2, 2026
Tragedi TPA Leuwigajah 2005

Renggut 157 Korban Jiwa, Mengenang Kembali Tragedi TPA Leuwigajah

Februari 21, 2026
Mengenang Gernaha Matahari Total 1983

Gerhana Matahari Total 1983: Antara Sains, Mitos & Ketakutan

Februari 12, 2026
Sang “Exocet” dari Saparua, Jejak Ellyas Pical Juara Dunia Tinju Pertama Indonesia

Sang “Exocet” dari Saparua, Jejak Ellyas Pical Juara Dunia Tinju Pertama Indonesia

Januari 29, 2026

Discussion about this post

Terbaru

Lomba 17 Agustusan: Antara Perayaan dan Sejarah Kelam Masa Penjajahan

Lomba 17 Agustusan: Antara Perayaan dan Sejarah Kelam Masa Penjajahan

Agustus 17, 2026
Dari “Gol Tangan Tuhan” hingga “Mexican Wave” ini Fakta Menarik Piala Dunia Mexico 1986

Dari “Gol Tangan Tuhan” hingga “Mexican Wave” ini Fakta Menarik Piala Dunia Mexico 1986

Juni 10, 2026
Pesta Persib Juara dari Masa ke Masa: Tradisi Bobotoh “Membirukan” Kota Bandung

Pesta Persib Juara dari Masa ke Masa: Tradisi Bobotoh “Membirukan” Kota Bandung

Mei 23, 2026
Operet Lebaran Papiko

Papiko: Hiburan Malam Lebaran di TVRI yang Melegenda

Maret 20, 2026
Lagu lebaran nostalgia

Dari yang Syahdu Hingga yang Lucu, Ini Deretan Lagu Lebaran Jaman Dulu

Maret 19, 2026
waktudulu.com

Situs Nostalgia Terlengkap: Jelajahi kembali kenangan masa lalu melalui artikel tentang musik retro, tren gaya hidup jadul, ulasan mainan dan barang vintage, hingga peristiwa bersejarah. Tempat seru bagi kamu yang rindu masa lalu. "Satu Klik, Beribu Memori"

Jangan Lewatkan!

peluncuran facebook 1 februari 2004

4 Februari 2004: Lahirnya Raksasa Media Sosial Facebook

by WaktuDulu
Februari 4, 2026
0

Berawal dari sebuah kamar asrama sempit di Universitas Harvard pada 1 Februari 2004, Facebook (yang saat itu masih bernama "TheFacebook")...

Buku Risalah Tuntunan Shalat Lengkap

“Risalah Tuntunan Shalat Lengkap”, Buku Islami Paling Legendaris di Indonesia

by WaktuDulu
Februari 15, 2026
0

Bagi kaum Muslim di Indonesia, sampul buku berwarna ungu muda dengan ilustrasi orang shalat tentu sudah tidak asing lagi. "Buku...

Tradisi munggahan

Makna Tersembunyi di Balik Hangatnya Tradisi Munggahan

by WaktuDulu
Februari 17, 2026
0

Bagi masyarakat Jawa Barat, datangnya bulan suci Ramadhan tidak hanya ditandai dengan pergantian bulan pada kalender Hijriah, tetapi juga disambut...

No Result
View All Result
  • Home
    • Home – Layout 1
    • Home – Layout 2
    • Home – Layout 3

© 2026 - waktudulu.com.