Bagi banyak penggemar sepakbola Piala Dunia Mexico 1986 adalah salah satu edisi Piala Dunia paling dramatis, penuh intrik, dan melahirkan momen-momen ikonik yang masih dibicarakan hingga hari ini.
Mulai dari gol kontroversial yang melegenda hingga lahirnya tradisi suporter modern, mari kita menelusuri lorong waktu untuk membedah fakta menarik World Cup Mexico 1986 yang wajib diketahui para pencinta sepak bola.
Meksiko Menjadi Tuan Rumah “Darurat”
Fakta pertama yang jarang diketahui adalah Meksiko sebenarnya bukan pilihan utama FIFA. Hak penyelenggaraan awalnya jatuh ke tangan Kolombia. Namun, akibat krisis ekonomi parah, pemerintah Kolombia secara terbuka menyatakan tidak sanggup memenuhi standar fasilitas FIFA dan mundur pada tahun 1982.
Meksiko akhirnya maju sebagai penyelamat dan mencatatkan sejarah sebagai negara pertama yang berhasil menjadi tuan rumah Piala Dunia sebanyak dua kali (setelah edisi 1970).
Hebatnya lagi, turnamen tetap berjalan sukses meskipun hanya delapan bulan sebelum kick-off, kota Mexico City diguncang gempa bumi dahsyat berkekuatan 8,0 skala Richter yang menelan ribuan korban jiwa.
Terciptanya “Gol Tangan Tuhan” dan “Gol Terbaik Abad 20” dari Maradona
Berbicara tentang Piala Dunia 1986 adalah berbicara tentang panggung tunggal Diego Armando Maradona. Di babak perempat final melawan Inggris—yang sarat tensi politik pasca-Perang Falkland—Maradona menciptakan dua momen paling terkenal dalam sejarah sepak bola hanya dalam durasi empat menit.

Gol Tangan Tuhan (Hand of God): Pada menit ke-51, Maradona memenangkan duel udara melawan kiper Inggris, Peter Shilton, dengan meninju bola menggunakan tangannya masuk ke gawang. Wasit Ali Bin Nasser tidak melihatnya dan mengesahkan gol tersebut. Seusai laga, Maradona berseloroh bahwa gol itu dicetak “sedikit oleh kepala Maradona, dan sedikit oleh tangan Tuhan.”
Gol Terbaik Abad Ini (Goal of the Century): Hanya empat menit setelah gol kontroversial tersebut, Maradona membayar lunas keraguan dunia. Ia menggiring bola dari tengah lapangannya sendiri, melewati lima pemain Inggris (Beardsley, Reid, Butcher, Fenwick, dan kiper Shilton) sebelum menceploskan bola ke gawang. Gol ini kemudian dinobatkan oleh FIFA sebagai Gol Terbaik Abad ke-20.
Lahirnya Fenomena “Mexican Wave” yang Mendunia
Pernahkah Anda melihat penonton di stadion berdiri bergantian secara berurutan hingga membentuk efek gelombang? Gerakan legendaris bernama “Mexican Wave” (Gelombang Meksiko) ini pertama kali dikenal secara masif di seluruh dunia saat disiarkan dari stadion-stadion Piala Dunia 1986.

Meskipun ada perdebatan bahwa koreografi ini sempat muncul di liga hoki atau bisbol Amerika Utara, turnamen inilah yang mempopulerkan dan menjadikannya fenomena global di dunia sepak bola.
Pertama Kali Menggunakan Format Babak 16 Besar
Sebelum tahun 1986, format Piala Dunia terasa agak rumit. Setelah babak penyisihan grup pertama selesai, tim-tim yang lolos akan dimasukkan lagi ke dalam babak penyisihan grup kedua sebelum masuk ke semifinal.
Meksiko 1986 mengubah segalanya. FIFA memperkenalkan sistem gugur (knockout) langsung dimulai dari babak 16 besar setelah fase grup selesai. Format ini dinilai jauh lebih adil, penuh tekanan, dan menyajikan hiburan yang jauh lebih tinggi bagi penonton layar kaca.
Rekor Kartu Merah Tercepat Sepanjang Sejarah

Piala Dunia 1986 juga mencatatkan rekor disiplin yang belum terpecahkan hingga hari ini. Pemain Uruguay, José Batista, mendapat kartu merah langsung saat pertandingan melawan Skotlandia baru berjalan 56 detik! Batista melakukan tekel keras dari belakang kepada pemain Skotlandia, Gordon Strachan. Rekor ini bertahan sebagai kartu merah tercepat dalam sejarah putaran final Piala Dunia.













Discussion about this post