waktudulu.com
  • Kaset Kusut
  • Kotak Mainan
  • Layar Jadul
  • Kertas Tua
  • Barang Kenangan
  • Jejak Peristiwa
  • Ragam
No Result
View All Result
  • Kaset Kusut
  • Kotak Mainan
  • Layar Jadul
  • Kertas Tua
  • Barang Kenangan
  • Jejak Peristiwa
  • Ragam
waktudulu.com
No Result
View All Result
  • Kaset Kusut
  • Kotak Mainan
  • Layar Jadul
  • Kertas Tua
  • Barang Kenangan
  • Jejak Peristiwa
  • Ragam

Kartu Lebaran: Romantisme Bermaaf-maafan Jarak Jauh Jaman Dulu

Maret 13, 2026
in Barang Kenangan
Kartu Lebaran: Romantisme Bermaaf-maafan Jarak Jauh Jaman Dulu
Share on FacebookShare on Twitter

Pernahkah Sobat Jadul merindukan suara motor tukang pos yang berhenti di depan pagar rumah seminggu sebelum Idulfitri? Di era 80-an hingga 90-an, tumpukan amplop warna-warni di atas meja tamu adalah salah satu simbol hangatnya silaturahmi.

Berbeda dengan jaman sekarang berkirim ucapan lebaran dengan mudah dan cepat bisa dilakukan melalui pesan instant, di era 80-90an mengucapkan Hari Raya Idul Fitri untuk seseorang di luar kota atau luar daerah harus melalui sebuah “perjuangan” dengan mengirim sepucuk kartu melalui pos.

Baca Juga

Jadi Ikon Lebaran di Indonesia, Ini Fakta-fakta Menarik Biskuit Khong Guan

Masih Ingat “Miko”? Pelopor Mie Kemasan Cup di Indonesia

Nostalgia Kaset, Kenangan Manis “Generasi Analog” Sebelum Era Spotify

Memang sedikit butuh waktu dan effort, tapi semuanya dilakukan dengan senang hati demi tersambungnya tali silaturahmi. Mari kita putar waktu kembali ke masa di mana kartu lebaran adalah cara paling “elegan” untuk memohon maaf dari jarak jauh

Berburu kartu lebaran

Di era 80-90-an Beberpa hari menjelang lebaran ada satu kegiatan yang sudah menjadi tradisi yaitu berburu kartu lebaran. Ngabuburit anak zaman dulu sering kali diisi dengan mendatangi toko buku atau lapak kaki lima yang memajang ratusan desain kartu lebaran.

Berbagai macam desain kartu lebaran bisa jadi pilihan mulai dari gambar masjid dengan kubah emas, kaligrafi timbul, hingga gambar kartun lucu yang biasanya jadi favorit anak muda untuk dikirim pada sahabat atau teman spesial.

Bagi mereka yang memiliki jiwa seni, momen lebaran adalah waktu untuk menunjukan karya. Mereka mebuat kartu ucapan dengan berbagai media, tidak hanya dengan kertas, cat dan tinta, berbagai macam pernak-pernik seperti daun kering, biji-bijian kering, kain dan lainnya mereka tambahkan agar kartu terlijat lebih unik dan personal.

Berpantun dan berpuisi

Berbeda dengan ucapan lewat pesan instan zaman sekarang, menulis kartu lebaran butuh konsentrasi tinggi. Karena ditulis menggunakan pulpen atau pulpen warna emas, Salah tulis satu huruf saja berarti harus mengganti kartu baru. Apalagi kata yang ditulispun tidak sembarangan, harus benar-benar memiliki makna yang dalam walaupun terkadang bergaya non-formal.

Generasi 90-an pasti ingat pantun legendaris seperti “Makan ketupat di bawah pohon, salah dan khilaf mohon diampun” atau “Ikan teri dimakan hiu, Minal Aidin Wal Faizin For You”.

Selain lewat pantun, ada juga yang menulis kata-kata puitis bak seorang pujangga untuk mengucapkan selamat Idul Fitri. Orang-orang berlomba menuliskan bait-bait indah agar ucapannya memberi kesan tersendiri bagi penerima kartu.

Pasukan orange sang penyambung silaturahmi

Sebelum mengirimkan ke kantor pos, kita harus teliti menuliskan alamat dan menempelkan perangko yang sesuai dengan jarak tujuan kartu yang akan dikirimkan, semakin jauh perangkonya semakin mahal. Setelajh semua sesuai lalu memasukkannya ke kotak pos (bis surat) atau dititipkan pada petugas pos yang kebetulan lewat depan rumah.

Kantor pos menjadi tempat paling sibuk sepanjang Ramadhan. Jutaan kartu lebaran menumpuk di sana menunggu untuk diantarkan sesuai tujuan masing-masing.

Setelah disortir lalu dikirimkan ke kantor cabang daerah tujuan, dilanjutkan dibawa oleh petugas pos ke tujuan terakhir dengan mengendarai sepeda motor atau sepeda. Pasukan berbaju orange inilah yang berjasa menyambungkan silaturahmi jarak jauh saat hari raya.

Di momen lebaran kala itu ada kepuasan tersendiri saat kartu yang kita kirim sampai ke tangan sahabat di luar kota, dan rasa berdebar saat menunggu kartu balasan dari mereka.

Karena secara psikologis, kartu fisik memberikan kesan bahwa si pengirim benar-benar meluangkan waktu. Ada jejak tangan (handwriting) yang tidak bisa digantikan oleh font digital apa pun. Kartu lebaran bukan sekadar kertas; ia adalah bukti bahwa seseorang benar-benar mengingat kita di tengah kesibukan mereka.

Kini, tradisi ini mulai langka bahkan bisa dikatakan sudah tidak ada yang melakukannya secara pribadi. Namun di beberapa instansi atau perusahann tradisi ini masih dilakukan dengan cara disisipkan pada hampers eksklusif. Di tengah banjirnya informasi digital, menerima kartu fisik kini justru terasa sangat mewah dan berkesan.

Artikel Menarik Lainnya

khong guan biskuit legendaris

Jadi Ikon Lebaran di Indonesia, Ini Fakta-fakta Menarik Biskuit Khong Guan

Maret 18, 2026
Indomie Miko

Masih Ingat “Miko”? Pelopor Mie Kemasan Cup di Indonesia

Februari 14, 2026
Musik Indonesia 80-an: Dari Pop Kreatif Hingga ‘Lagu Cengeng’

Nostalgia Kaset, Kenangan Manis “Generasi Analog” Sebelum Era Spotify

Februari 11, 2026
permen karet yosan

Huruf “N” di Bungkus Permen Karet YOSAN, Mitos atau Fakta?

Februari 3, 2026
Manisnya Masa Kecil: 10 Permen Jadul Tahun 80’an

Manisnya Masa Kecil: 10 Permen Jadul Tahun 80’an

Januari 27, 2026
kaleng khong guan legend

Mengenal Bernadus Prasodjo, Seniman di Balik Gambar Legendaris Pada Kaleng Khong Guan

Januari 21, 2026
Next Post
Jejak Budaya Belanda dalam Lezatnya Nastar & Kastengel

Jejak Budaya Belanda dalam Lezatnya Nastar & Kastengel

Discussion about this post

Terbaru

Operet Lebaran Papiko

Papiko: Hiburan Malam Lebaran di TVRI yang Melegenda

Maret 20, 2026
Lagu lebaran nostalgia

Dari yang Syahdu Hingga yang Lucu, Ini Deretan Lagu Lebaran Jaman Dulu

Maret 19, 2026
khong guan biskuit legendaris

Jadi Ikon Lebaran di Indonesia, Ini Fakta-fakta Menarik Biskuit Khong Guan

Maret 18, 2026
Jejak Budaya Belanda dalam Lezatnya Nastar & Kastengel

Jejak Budaya Belanda dalam Lezatnya Nastar & Kastengel

Maret 17, 2026
Kartu Lebaran: Romantisme Bermaaf-maafan Jarak Jauh Jaman Dulu

Kartu Lebaran: Romantisme Bermaaf-maafan Jarak Jauh Jaman Dulu

Maret 13, 2026
waktudulu.com

Situs Nostalgia Terlengkap: Jelajahi kembali kenangan masa lalu melalui artikel tentang musik retro, tren gaya hidup jadul, ulasan mainan dan barang vintage, hingga peristiwa bersejarah. Tempat seru bagi kamu yang rindu masa lalu. "Satu Klik, Beribu Memori"

Jangan Lewatkan!

airbus a320

23 Februari 1987: Penerbangan Perdana Airbus A320

by WaktuDulu
Februari 23, 2026
0

23 Februari 1987, langit Toulouse, Prancis, menjadi saksi bisu lahirnya sebuah legenda penerbangan saat Airbus A320 melakukan penerbangan perdananya yang...

peluncuran apollo 14

31 Januari 1971: Apollo 13 Diluncurkan ke Bulan

by WaktuDulu
Januari 31, 2026
0

Diluncurkan pada 31 Januari 1971, Apollo 14 menjadi misi "kebangkitan" yang krusial bagi NASA setelah kegagalan dramatis Apollo 13, membuktikan...

Nostalgia: Pelarian Indah dari Realita

Nostalgia: Pelarian Indah dari Realita

by WaktuDulu
Januari 30, 2026
0

Pernahkah Anda tiba-tiba merasa rindu yang mendalam saat mencium aroma buku lama, mendengar lagu pop tahun 70-an, 80-an atau 90-an...

No Result
View All Result
  • Home
    • Home – Layout 1
    • Home – Layout 2
    • Home – Layout 3

© 2026 - waktudulu.com.