waktudulu.com
  • Kaset Kusut
  • Kotak Mainan
  • Layar Jadul
  • Kertas Tua
  • Barang Kenangan
  • Jejak Peristiwa
  • Ragam
No Result
View All Result
  • Kaset Kusut
  • Kotak Mainan
  • Layar Jadul
  • Kertas Tua
  • Barang Kenangan
  • Jejak Peristiwa
  • Ragam
waktudulu.com
No Result
View All Result
  • Kaset Kusut
  • Kotak Mainan
  • Layar Jadul
  • Kertas Tua
  • Barang Kenangan
  • Jejak Peristiwa
  • Ragam

Kisah “Oshin” yang Mengharu Biru & Menguras Air Mata

Februari 12, 2026
in Layar Jadul
Kisah “Oshin” yang Mengharu Biru & Menguras Air Mata
Share on FacebookShare on Twitter

Jauh sebelum drama Korea dan drama China jadi tontonan favorit di jaman sekarang , generasi yang tumbuh di tahun 80-an lebih dulu mengenal drama Jepang (Dorama)

Di tengah keterbatasan pilihan kanal televisi yang kala, ada satu sosok yang berhasil menyatukan jutaan keluarga di depan layar kaca: seorang wanita kecil yang gigih bernama Oshin.

Baca Juga

Papiko: Hiburan Malam Lebaran di TVRI yang Melegenda

Si Unyil, Bocah Berpeci yang Ditunggu Anak-Anak di Minggu Pagi

5 Channel Youtube Nostalgia yang Membawa Kita “Kembali” ke Masa Lalu

Serial ini bukan sekadar tontonan, melainkan fenomena sosial yang mengajarkan tentang ketabahan, kerja keras, dan arti sebuah perjuangan hidup. Mari kita telusuri kembali mengapa Oshin menjadi salah satu serial paling berpengaruh dalam sejarah pertelevisian Indonesia.

Sukses di Jepang, Tayang di TVRI

Oshin pertama kali ditayangkan di Jepang oleh NHK pada tahun 1983, menceritakan tentang perjalanan hidup Shin Tanokura (Oshin) dari masa kecilnya yang miskin di era Meiji hingga menjadi pemilik jaringan toko swalayan yang sukses.

Karakter Oshin diperankan oleh tiga aktris berbeda: Ayako Kobayashi (masa kecil), Yuko Tanaka (masa dewasa), dan Nobuko Otowa (masa tua). Di Jepang, Oshin memegang rekor rating tertinggi sepanjang masa untuk drama televisi, mencapai angka 62,9%.

Serial oshin tvri

Serial Oshin ditayangkan di Indonesia melalui stasiun TVRI sebanyak 297 episode pada bulan November 1986 dan berakhir sekitar tahun 1989. Ditayangkan setiap hari dari Senin hingga Jumat pada pukul 17.30 WIB . Jadwal ini sangat pas karena merupakan waktu di mana keluarga berkumpul di sore hari.

Di Indonesia, dubbing bahasa Indonesia untuk karakter Oshin kecil begitu membekas di telinga pemirsa begitu juga dengan musik pembukanya yang mengalun lembut dengan irama khas negeri sakura begitu menyayat hati. Oshin menjadi “teman” setia sore hari masyarakat Indonesia, dari kota besar hingga pelosok desa.

Terinspirasi dari Kisah Nyata

Sebagian besar kisah Oshin terinspirasi dari kisah nyata, meskipun ada beberapa elemen fiksi yang ditambahkan untuk mendramatisasi cerita televisi.

Penulis skenario Oshin, Sugako Hashida, mengungkapkan bahwa karakter Oshin didasarkan pada perjuangan hidup seorang wanita bernama Katsu Wada.

Katsu Wada adalah sosok luar biasa yang merupakan ibu dari Kazuo Wada, pendiri sekaligus pimpinan jaringan supermarket raksasa Jepang yang pernah sangat terkenal, yaitu Yaohan.

Sugako Hashida menulis Oshin berdasarkan surat-surat anonim yang ia terima dari banyak wanita Jepang dari generasi Meiji. Surat-surat tersebut menceritakan masa lalu mereka yang kelam, mulai dari dijual oleh keluarga karena kemiskinan hingga perjuangan bertahan hidup di tengah kerasnya zaman.

Kisah Katsu Wada menjadi “tulang punggung” utama yang menyatukan cerita-cerita tersebut menjadi satu karakter bernama Oshin. Nama Oshin berasal dari kata Shinbou yang berarti “Sabar/Tahan Banting”. Penambahan huruf “O” di depan nama adalah bentuk penghormatan atau sapaan akrab di Jepang. Jadi, nama Oshin sendiri secara simbolis berarti “Wanita yang Penuh Kesabaran”.

Kenangan Oshin di TVRI

Serial ini begitu membekas bagi banyak keluarga Indonesia kala itu, karena ceritanya yang mengharukan dan penuh perjuangan dalam bertransformasi dari seorang pembantu menjadi pengusaha sukses.

Tidak hanya sebaggai tontonan, kisah dalam serial ini mengajarkan nilai-nilai seperti menghormati orang tua, kesabaran menghadapi cobaan, dan pengabdian seorang istri. Dan itu semua terasa sangat dekat dengan budaya ketimuran di Indonesia.

Selain itu penayangan Oshin di TVRI menjadi pintu gerbang pengenalan budaya Jepang pada warga Indonesia. Kala itu banyak orang Indonesia mulai mengenal budaya Jepang lebih dalam, mulai dari makanan, pakaian tradisional, hingga etos kerja mereka.

Karena popularitasnya yang luar biasa, Oshin sempat ditayangkan ulang oleh TPI (1992-1993) dan Metro TV (2004-2006) dengan format pengisian suara (dubbing) yang berbeda.

Sosok Oshin adalah pengingat bahwa tidak ada kesuksesan yang instan. Setiap air mata dan keringat adalah bagian dari proses menuju kesuksesan.

Artikel Menarik Lainnya

Operet Lebaran Papiko

Papiko: Hiburan Malam Lebaran di TVRI yang Melegenda

Maret 20, 2026
film boneka si unyil

Si Unyil, Bocah Berpeci yang Ditunggu Anak-Anak di Minggu Pagi

Februari 8, 2026
5 Channel Youtube Nostalgia yang Membawa Kita “Kembali” ke Masa Lalu

5 Channel Youtube Nostalgia yang Membawa Kita “Kembali” ke Masa Lalu

Februari 3, 2026
Deretan Kartun Legendaris di TVRI yang Pernah Menemani Sore Kita

Deretan Kartun Legendaris di TVRI yang Pernah Menemani Sore Kita

Januari 31, 2026
pak-tino-sidin-gemar-menggambar-tvri.jpg.

Pak Tino Sidin Sang Guru Gambar Anak Tahun 80-an

Januari 22, 2026
Next Post
hari lahir christiano ronaldo

5 Februari 1985: Lahirnya Sang megabintang CR7

Discussion about this post

Terbaru

Operet Lebaran Papiko

Papiko: Hiburan Malam Lebaran di TVRI yang Melegenda

Maret 20, 2026
Lagu lebaran nostalgia

Dari yang Syahdu Hingga yang Lucu, Ini Deretan Lagu Lebaran Jaman Dulu

Maret 19, 2026
khong guan biskuit legendaris

Jadi Ikon Lebaran di Indonesia, Ini Fakta-fakta Menarik Biskuit Khong Guan

Maret 18, 2026
Jejak Budaya Belanda dalam Lezatnya Nastar & Kastengel

Jejak Budaya Belanda dalam Lezatnya Nastar & Kastengel

Maret 17, 2026
Kartu Lebaran: Romantisme Bermaaf-maafan Jarak Jauh Jaman Dulu

Kartu Lebaran: Romantisme Bermaaf-maafan Jarak Jauh Jaman Dulu

Maret 13, 2026
waktudulu.com

Situs Nostalgia Terlengkap: Jelajahi kembali kenangan masa lalu melalui artikel tentang musik retro, tren gaya hidup jadul, ulasan mainan dan barang vintage, hingga peristiwa bersejarah. Tempat seru bagi kamu yang rindu masa lalu. "Satu Klik, Beribu Memori"

Jangan Lewatkan!

uang logam seratus rupiah

Pak Ogah dan Kenangan Uang 100 Rupiah

by WaktuDulu
Februari 2, 2026
0

“Cepek dulu dong…..!” begitu ucapan khas dari Pak Ogah, salah satu tokoh dalam film boneka Si Unyil yang berkepala plontos...

Anak SD main gimbot sewaan tahun 80an

Gimbot Sewaan: Nostalgia Hiburan 50 Rupiah Sepulang Sekolah

by WaktuDulu
Januari 26, 2026
0

Siapa sangka, jauh sebelum era PlayStation 5, Nintendo Switch atau mobile gaming menguasai dunia, anak-anak Indonesia di tahun 80-an sudah...

Christian Dior New Look

12 Februari 1947:  “New Look” Christian Dior Kukuhkan Paris sebagai Pusat Mode Dunia

by WaktuDulu
Februari 12, 2026
0

12 Februari 1947 Christian Dior mengguncang dunia mode pascaperang dengan meluncurkan koleksi debutnya yang kemudian dijuluki sebagai "New Look". Di...

No Result
View All Result
  • Home
    • Home – Layout 1
    • Home – Layout 2
    • Home – Layout 3

© 2026 - waktudulu.com.