waktudulu.com
  • Kaset Kusut
  • Kotak Mainan
  • Layar Jadul
  • Kertas Tua
  • Barang Kenangan
  • Jejak Peristiwa
  • Ragam
No Result
View All Result
  • Kaset Kusut
  • Kotak Mainan
  • Layar Jadul
  • Kertas Tua
  • Barang Kenangan
  • Jejak Peristiwa
  • Ragam
waktudulu.com
No Result
View All Result
  • Kaset Kusut
  • Kotak Mainan
  • Layar Jadul
  • Kertas Tua
  • Barang Kenangan
  • Jejak Peristiwa
  • Ragam

Komik Petruk Gareng Karya Tatang S. : Bacaan Rakyat yang Menembus Zaman

Januari 23, 2026
in Kertas Tua
Komik Petruk Gareng Karya Tatang S.
Share on FacebookShare on Twitter

Di tengah gempuran manga Jepang dan komik Marvel, Indonesia pernah memiliki “raja” komik lokal yang terjual jutaan eksemplar di pasar malam dan penjual di sekitar sekolah SD. “Raja” tersebut adalah Komik Petruk Gareng Karya Tatang S.

Bagi anak-anak yang tumbuh di era 80-an hingga 90-an, komikus bernama lengkap Tatang Suhenra adalah legenda nyata. Tanpa perlu promosi besar-besaran di media sosial seperti sekarang, karyanya berhasil merajai lapak-lapak buku di pinggir jalan hingga di sekitar sekolahan.

Baca Juga

“Risalah Tuntunan Shalat Lengkap”, Buku Islami Paling Legendaris di Indonesia

Nostalgia Keluarga Budi dalam Buku Bahasa Indonesia SD 80-an

Pernah Koleksi Bobo atau Hai? Intip 5 Majalah Anak dan Remaja Populer di Era 80-90an

Komik tipis dengan kertas buram ini bukan sekadar bacaan murah, melainkan fenomena budaya yang merekam keseharian masyarakat Indonesia pada masanya.

Siapa Tatang S. ?

 Tatang S.

Tatang Suhenra adalah komikus asal Bandung yang memulai kariernya di era 70-an. Meskipun beliau juga menggambar komik silat yang serius, namanya justru meledak ketika ia mulai mengadaptasi tokoh punakawan—Petruk, Gareng, Bagong, dan Semar—ke dalam setting kehidupan modern yang kocak dan penuh pesan moral.

Dulu, komik ini dijual di abang-abang mainan atau toko buku kecil dengan harga hanya beberapa ratus rupiah. Formatnya yang kecil (seukuran saku) membuat komik ini mudah dibawa dan dikoleksi oleh anak-anak sekolah.

Penyebab Komik Petruk Gareng Karya Tatang S. Begitu Fenomenal

Salah satu daya tarik utama komik Tatang S. adalah genre horor-komedi. Petruk dan Gareng sering kali diceritakan bertemu dengan hantu-hantu lokal seperti Pocong, Kuntilanak, hingga hantu-hantu “kreatif” ciptaan Tatang sendiri. Visual hantunya mungkin sederhana, tapi cukup membuat anak-anak masa itu merinding sekaligus tertawa.

Komik Petruk Gareng Karya Tatang S.

Di balik banyolan konyolnya, Tatang S. sering menyelipkan kritik sosial. Ia memotret kemiskinan, gaya hidup pamer, hingga masalah judi (seperti kode buntut yang tren kala itu). Tokoh Petruk sering digambarkan sebagai orang kecil yang jujur namun sering bernasib sial.

Biasanya, petualangan dimulai dari desa Tumaritis. Petruk dan Gareng yang sedang menganggur atau mencari peruntungan biasanya akan terjerumus ke dalam masalah, entah karena keserakahan mereka sendiri atau gangguan makhluk halus, sebelum akhirnya dinasehati oleh Semar.

Ciri khas dari komik ini selalu mencantumkan potret diri Tatang S. di halaman depan atau belakang komik yang selalu menyertakan tulisan: “Salam Sayang, Tatang S.”

Meski Tatang S. telah wafat pada tahun 2003 lalu, warisannya tidak hilang. Di media sosial, banyak akun nostalgia yang mengunggah potongan panel komiknya. Bahkan, gaya bercerita dan humor Tatang S. dianggap sebagai cikal bakal “meme” lokal di Indonesia.

Karya Tatang S. membuktikan bahwa untuk menjadi legenda, seorang seniman tidak selalu butuh kertas mewah atau teknologi tinggi. Cukup dengan cerita yang dekat dengan keseharian rakyat dan kejujuran dalam berkarya.

Artikel Menarik Lainnya

Buku Risalah Tuntunan Shalat Lengkap

“Risalah Tuntunan Shalat Lengkap”, Buku Islami Paling Legendaris di Indonesia

Februari 15, 2026
Nostalgia Keluarga Budi dalam Buku Bahasa Indonesia SD 80-an

Nostalgia Keluarga Budi dalam Buku Bahasa Indonesia SD 80-an

Januari 29, 2026
majalah jadul Hai, Gadis, Bobo

Pernah Koleksi Bobo atau Hai? Intip 5 Majalah Anak dan Remaja Populer di Era 80-90an

Januari 22, 2026
Next Post
Senam Kesegaran Jasmani

SKJ: Musik Ikonik dan Gerakan yang Menyatukan Bangsa

Discussion about this post

Terbaru

Operet Lebaran Papiko

Papiko: Hiburan Malam Lebaran di TVRI yang Melegenda

Maret 20, 2026
Lagu lebaran nostalgia

Dari yang Syahdu Hingga yang Lucu, Ini Deretan Lagu Lebaran Jaman Dulu

Maret 19, 2026
khong guan biskuit legendaris

Jadi Ikon Lebaran di Indonesia, Ini Fakta-fakta Menarik Biskuit Khong Guan

Maret 18, 2026
Jejak Budaya Belanda dalam Lezatnya Nastar & Kastengel

Jejak Budaya Belanda dalam Lezatnya Nastar & Kastengel

Maret 17, 2026
Kartu Lebaran: Romantisme Bermaaf-maafan Jarak Jauh Jaman Dulu

Kartu Lebaran: Romantisme Bermaaf-maafan Jarak Jauh Jaman Dulu

Maret 13, 2026
waktudulu.com

Situs Nostalgia Terlengkap: Jelajahi kembali kenangan masa lalu melalui artikel tentang musik retro, tren gaya hidup jadul, ulasan mainan dan barang vintage, hingga peristiwa bersejarah. Tempat seru bagi kamu yang rindu masa lalu. "Satu Klik, Beribu Memori"

Jangan Lewatkan!

Arie Hanggara, Tragedi Pilu yang Mengubah Hukum Perlindungan Anak di Indonesia

Arie Hanggara, Tragedi Pilu yang Mengubah Hukum Perlindungan Anak di Indonesia

by WaktuDulu
Januari 30, 2026
0

Beberapa dekade telah berlalu, namun nama Arie Hanggara tetap menjadi simbol duka sekaligus pengingat keras bagi para orang tua di...

Deretan Kartun Legendaris di TVRI yang Pernah Menemani Sore Kita

Deretan Kartun Legendaris di TVRI yang Pernah Menemani Sore Kita

by WaktuDulu
Januari 31, 2026
0

Sebelum era TV swasta membanjiri layar kaca dengan berbagai pilihan, TVRI adalah satu-satunya jendela dunia bagi anak-anak Indonesia di era...

21 Februari 2005: Terjadinya Tragedi TPA Leuwigajah

21 Februari 2005: Terjadinya Tragedi TPA Leuwigajah

by WaktuDulu
Februari 21, 2026
0

Gunungan sampah setinggi 60 meter di TPA (Tempat Pembuangan Akhir) Leuwigajah Kecamatan Cimahi Selatan runtuh akibat ledakan gas metana yang...

No Result
View All Result
  • Home
    • Home – Layout 1
    • Home – Layout 2
    • Home – Layout 3

© 2026 - waktudulu.com.