Inilah 10 Daftar Mata Uang dengan Nilai Terendah di Seluruh Dunia

Inilah 10 Daftar Mata Uang dengan Nilai Terendah di Seluruh Dunia. Apakah kamu pernah penasaran mata uang apa yang memiliki nilai terendah di seluruh dunia? Meskipun kita sering mendengar tentang mata uang dengan nilai tinggi seperti dolar Amerika atau euro, namun ternyata ada banyak negara yang memiliki mata uang dengan nilai yang jauh lebih rendah. Dalam artikel ini, kita akan membahas 10 daftar mata uang dengan nilai terendah di seluruh dunia. Siap-siap untuk dibuat kaget dan terkejut!

1. Rial Iran (IRR)

Rial Iran (IRR) merupakan mata uang yang digunakan di negara Iran. Meskipun mempunyai nilai terendah, namun IRR masih tetap stabil dalam penggunaannya dan seringkali menjadi pilihan jutaan warga Iran untuk melakukan transaksi sehari-hari.

Namun, IRR mengalami inflasi yang tinggi akibat sanksi ekonomi dari beberapa negara Barat. Sejak tahun 2013, nilai tukar Rial Iran semakin merosot drastis sehingga membuat harga barang-barang dan kebutuhan pokok di pasar lokal menjadi sangat mahal.

Beberapa faktor penyebab inflasi ini antara lain krisis politik internal, kurangnya investasi asing serta sistem perbankan yang tidak stabil. Namun demikian, pemerintah Iran berusaha menstabilkan nilai rupiah dengan berbagai strategi seperti melarang impor produk-produk tertentu serta mencoba meningkatkan produksi dalam negeri guna mengurangi ketergantungan pada luar negeri.

Meskipun masalah inflasi masih ada dan dampaknya dirasakan oleh masyarakat luas di Iran, namun mereka tetap menggunakan Rial sebagai alat pembayaran utama karena sulitnya mengubah kebiasaan penggunaan mata uang selama bertahun-tahun.

2. Dong Vietnam (VND)

Dong Vietnam (VND) merupakan mata uang resmi dari negara Vietnam. Mata uang ini memiliki nilai yang cukup rendah dan seringkali mengalami fluktuasi di pasar internasional.

Meskipun demikian, VND masih digunakan sebagai alat transaksi sehari-hari oleh masyarakat Vietnam. Hal ini terlihat dari banyaknya penggunaan koin dan pecahan kecil dalam sistem pembayaran di negara tersebut.

Namun, perlu diperhatikan bahwa penukaran VND ke mata uang asing seperti Dolar Amerika Serikat bisa menjadi sulit karena adanya batasan-batasan tertentu yang berlaku di beberapa negara. Oleh karena itu, wisatawan yang ingin berkunjung ke Vietnam disarankan untuk mempersiapkan diri dengan menukar valuta asing mereka sebelum sampai di sana.

Terlepas dari kondisi ekonomi saat ini, Dong Vietnam tetaplah simbol penting bagi bangsa Vietnam dan identitas nasional mereka. Dan meskipun nilai tukarnya tidak selalu tinggi, namun kedudukan serta makna moralnya bagi rakyat setempat jauh lebih besar daripada sekadar angka-angka pada grafik pasar!

3. Leone Sierra Leone (SLL)

Leone Sierra Leone (SLL) adalah mata uang resmi dari negara Sierra Leone yang berada di Afrika Barat. Nilai tukarnya sangat rendah, bahkan menjadi salah satu yang terendah di seluruh dunia. Mata uang ini didirikan pada tahun 1964 dengan tujuan untuk menggantikan pound sterling sebagai alat pembayaran sah.

Sejak kemerdekaan Sierra Leone pada tahun 1961, nilai tukar SLL telah melemah secara signifikan karena berbagai faktor seperti perang saudara dan kondisi ekonomi yang buruk. Pada akhirnya, hal tersebut membuat SLL kehilangan nilai tukar asli nya hingga saat ini.

Meskipun begitu, mesin ATM dan kartu debit sudah mulai berkembang di Sierra Leone sehingga membantu masyarakat dalam melakukan transaksi keuangannya menggunakan SLL tanpa harus repot membawa uang tunai.

Dalam perkembangan masa depannya, pemerintah setempat juga sedang memikirkan untuk meningkatkan nilai tukar SLL melalui reformasi ekonomi dan peningkatan investasi asing. Namun tentunya masih butuh waktu bagi mereka untuk mencapai hasil yang signifikan dalam upaya tersebut.

Sekian informasi tentang mata uang Leone Sierra Leone (SLL). Walaupun nilainya terbilang rendah namun tetap saja merupakan bagian penting dari sejarah dan perkembangan ekonomi negara tersebut.

4. Laotian Kip (LAK)

Laotian Kip (LAK) adalah mata uang resmi dari Laos dan diakui oleh Bank Dunia sebagai salah satu mata uang terendah di dunia. Meskipun memiliki nilai yang rendah, Laotian Kip tetap digunakan secara luas sebagai alat tukar dalam transaksi sehari-hari.

Dalam bahasa lokal, Laotian Kip disebut “ກີບ” dan sering dikelompokkan dengan dolar Amerika Serikat (USD) sebagai mata uang asing paling populer dan mudah diterima di negara ini.

Meskipun nilai tukarnya rendah, Laotian Kip masih bisa digunakan untuk membeli barang-barang kecil seperti makanan atau minuman. Namun, ketika ingin membeli barang yang lebih mahal seperti elektronik atau mobil, biasanya orang-orang akan beralih menggunakan mata uang asing seperti USD atau Baht Thailand.

Walaupun demikian, ada juga beberapa tempat wisata di Laos yang hanya menerima pembayaran dalam bentuk koin LAK saja. Jadi jika kamu berencana berkunjung ke Laos suatu saat nanti, pastikan kamu membawa secukupnya koin-koin LAK agar tidak kesulitan saat bertransaksi.

Secara keseluruhan, meski nilainya terbilang rendah dibandingkan dengan mata uang lainnya, penggunaan Laotian Kip sendiri sudah menjadi bagian dari identitas budaya negara tersebut.

5. Indonesia Rupiah (IDR)

Indonesia Rupiah (IDR) adalah mata uang resmi di Indonesia. Meskipun begitu, nilai tukarnya terbilang rendah dibandingkan dengan mata uang lainnya di dunia. Sebagai contoh, 1 USD saat ini setara dengan sekitar 14 ribu IDR.

Hal tersebut tentu saja memiliki dampak bagi perekonomian Indonesia. Karena nilai rupiah yang relatif lemah, harga barang impor menjadi lebih mahal dan membuat daya beli masyarakat menurun.

Namun demikian, ada juga sisi positif dari kelemahan nilai rupiah ini. Bagi para pelaku usaha ekspor, mereka dapat memperoleh keuntungan yang lebih besar karena produk-produk yang diekspor menjadi lebih murah bagi pasar internasional.

Selain itu, Pemerintah Indonesia memberikan berbagai stimulus untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah agar tidak semakin melemah secara signifikan. Langkah-langkah seperti peningkatan suku bunga dan penggunaan cadangan devisa dilakukan guna mengatasi masalah ini.

Secara keseluruhan, meskipun nilainya masuk dalam daftar 10 mata uang terendah di dunia namun upaya-upaya dari pihak-pihak terkait sedang dilakukan untuk meningkatkan posisi rupiah sehingga dapat memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat Indonesia.

6. Uzbekistani Som (UZS)

Uzbekistan adalah sebuah negara yang terletak di Asia Tengah, dan mata uang resminya adalah Uzbekistani Som. Meskipun memiliki ekonomi yang stabil, namun nilai tukar som masih terbilang rendah jika dibandingkan dengan mata uang dari negara-negara lain.

Mata uang ini pertama kali diperkenalkan pada tahun 1994 menggantikan Rubel Rusia sebagai alat pembayaran resmi di Uzbekistan. Hingga kini, nilai tukar som masih relatif tidak stabil dan sering melemah akibat berbagai faktor seperti inflasi dan ketidakstabilan politik.

Saat ini, satu dollar Amerika Serikat setara dengan kurang lebih 10 ribu Uzbekistani Som. Namun demikian, harga barang-barang di Uzbekistan jauh lebih murah jika dibandingkan dengan harga barang di negara-negara lain karena tingkat inflasinya cenderung rendah.

Beberapa orang mungkin pernah mendengar tentang keindahan arsitektur Samarkand yang merupakan salah satu warisan budaya dunia UNESCO. Untuk berkunjung ke tempat tersebut juga cukup terjangkau bagi wisatawan asing karena biaya penginapan serta transportasi relatif murah menggunakan som.

Namun meskipun begitu, sebaiknya para wisatawan tetap memperhitungkan fluktuasi nilai tukar uzbekistani som agar dapat merencanakan budget liburan secara matang dan efisien.

7. Guinean Franc (GNF)

Guinean Franc (GNF) adalah mata uang resmi yang digunakan di negara Guinea. Mata uang ini diperkenalkan pada tahun 1959 dan sejak saat itu tetap menjadi mata uang negara tersebut.

Meskipun memiliki nilai yang rendah, GNF dapat dibagi menjadi pecahan kecil hingga sen. Namun, nilai tukarnya sangat tidak stabil dan sering mengalami fluktuasi akibat situasi politik maupun ekonomi di Guinea.

Selama bertahun-tahun, pemerintah setempat telah berusaha untuk meningkatkan stabilitas GNF dalam negeri dengan berbagai cara seperti membatasi perdagangan luar negeri atau menetapkan aturan ketat bagi penggunaannya.

Namun meski begitu, masih banyak warga Guinea yang lebih memilih menggunakan dollar Amerika Serikat atau euro sebagai alat pembayaran karena dinilai lebih stabil dan mudah dipertukarkan secara internasional.

Dalam hal pariwisata pun, GNF tampaknya belum mampu bersaing dengan mata uang lainnya di kawasan Afrika Barat. Banyak wisatawan asing cenderung membawa dollar atau euro ketika berkunjung ke Guinea untuk menghindari risiko fluktuasi nilai tukar GNF selama mereka tinggal di sana.

Bagaimana menurutmu? Apakah kamu pernah menggunakan Guinean Franc saat berkunjung ke Guinea? Ataukah kamu lebih memilih menggunakan mata uang lainnya?

8. Paraguayan Guarani (PYG)

Paraguayan Guarani (PYG) merupakan mata uang resmi Paraguay, sebuah negara kecil di Amerika Selatan. Mata uang ini memiliki nilai yang sangat rendah dan sering menjadi perbincangan di dunia finansial karena fluktuasinya.

Meski begitu, PYG tetap digunakan oleh penduduk setempat dalam berbagai transaksi sehari-hari seperti jual beli barang dan jasa. Di luar negeri, penggunaan mata uang ini masih terbatas dan sulit ditemukan di bank-bank internasional.

Sejak tahun 2011 hingga saat ini, nilai Paraguayan Guarani mengalami penurunan drastis dari sekitar 4.000 PYG per USD menjadi lebih dari 6.500 PYG per USD pada tahun 2021. Hal tersebut disebabkan oleh faktor-faktor ekonomi termasuk defisit anggaran negara yang tinggi serta tekanan inflasi yang cukup besar.

Namun demikian, pemerintah Paraguay mencoba untuk meningkatkan stabilitas mata uang mereka dengan menjaga inflasi agar tetap stabil melalui kebijakan fiskal dan moneter yang tepat sasaran.

Para pelaku bisnis atau wisatawan biasanya menukarkan mata uang mereka ke dalam US Dollar atau Euro saat berkunjung ke Paraguay untuk mempermudah transaksi mereka selama berada di sana.

Dalam hal ini, penting bagi para investor untuk memantau perkembangan nilai tukar PYG secara berkala agar dapat membuat keputusan investasi yang lebih cerdas dan akurat sesuai dengan kondisi pasar terkini.

9. Ugandan Shilling (UGX)

Mata uang Ugandan Shilling (UGX) memiliki nilai yang rendah di dunia, tetapi masih digunakan secara luas dalam ekonomi Uganda. Meskipun demikian, inflasi yang tinggi dan perbedaan nilai tukar dengan mata uang asing membuat kehidupan sulit bagi penduduk setempat.

Sejak tahun 1987, Uganda telah mengalami periode kestabilan ekonomi dan pertumbuhan yang lebih cepat dibandingkan negara-negara sekitarnya. Namun, penggunaan UGX terus menurun karena kurangnya daya beli terhadap barang-barang impor.

Sektor pariwisata menjadi salah satu harapan baru bagi perekonomian Uganda dan meningkatkan permintaan akan mata uang lokal. Namun, pandemi COVID-19 berdampak besar pada industri ini sehingga memperburuk situasi ekonomi negara tersebut.

Dengan kondisi seperti ini, pemerintah harus melakukan upaya untuk menjaga stabilitas harga agar tidak semakin merugikan masyarakat dan para pelaku bisnis lokal. Terlebih lagi saat ini sedang dilakukan pemulihan ekonomi pasca pandemi global.

10. Irak Dinar (IQD)

Irak Dinar (IQD) adalah mata uang resmi dari Irak. Mata uang ini diresmikan pada tahun 1932 dan telah mengalami beberapa perubahan nilainya sejak saat itu. Saat ini, nilai satu dinar Irak setara dengan sekitar $0,00083 USD atau Rp 11,67 IDR.

Namun, harga IQD tidak selalu stabil karena krisis ekonomi yang terus berlanjut serta konflik politik yang kerap melanda negara tersebut. Pada tahun 1990-an misalnya, nilai dinar Irak merosot drastis akibat sanksi internasional dan invasi Amerika Serikat ke negara tersebut.

Meskipun demikian, masih banyak orang yang tertarik untuk berinvestasi dalam mata uang ini karena harapan bahwa suatu saat nanti nilai IQD akan mengalami kenaikan signifikan. Namun tentu saja investasi semacam ini harus dilakukan dengan hati-hati dan hanya oleh mereka yang benar-benar memahami risiko-risiko yang ada.

Sebagai salah satu dari sepuluh mata uang terendah di dunia, tentu saja kita perlu mempertimbangkan segala faktor-faktor penting sebelum melakukan investasi pada dinar Irak atau bahkan mata uang lainnya. Semoga informasi tentang daftar sepuluh mata uang terendah di dunia kali ini bisa memberikan pandangan lebih jelas kepada pembaca mengenai jenis-jenis mata uang mana saja yang memiliki nilai rendah serta potensi-potensi risiko maupun manfaatnya dalam setiap penggunaannya!

Kesimpulan

Dari sepuluh mata uang dengan nilai terendah di seluruh dunia yang telah kami sebutkan di atas, dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor seperti inflasi dan kebijakan moneter sangat mempengaruhi nilai sebuah mata uang. Namun, meskipun nilainya rendah, setiap mata uang pada akhirnya masih memiliki peran penting dalam ekonomi negaranya masing-masing.

Bagi wisatawan yang ingin berkunjung ke negara-negara dengan mata uang rendah ini, pastikan untuk melakukan riset terlebih dahulu mengenai kondisi ekonomi serta tingkat inflasi agar tidak salah dalam pengeluaran. Terakhir, semoga artikel ini bermanfaat bagi Anda semua!

baca artikel lainnya juga di waktudulu.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *