waktudulu.com
  • Kaset Kusut
  • Kotak Mainan
  • Layar Jadul
  • Kertas Tua
  • Barang Kenangan
  • Jejak Peristiwa
  • Ragam
No Result
View All Result
  • Kaset Kusut
  • Kotak Mainan
  • Layar Jadul
  • Kertas Tua
  • Barang Kenangan
  • Jejak Peristiwa
  • Ragam
waktudulu.com
No Result
View All Result
  • Kaset Kusut
  • Kotak Mainan
  • Layar Jadul
  • Kertas Tua
  • Barang Kenangan
  • Jejak Peristiwa
  • Ragam

Sang “Exocet” dari Saparua, Jejak Ellyas Pical Juara Dunia Tinju Pertama Indonesia

Januari 29, 2026
in Jejak Peristiwa
Sang “Exocet” dari Saparua, Jejak Ellyas Pical Juara Dunia Tinju Pertama Indonesia
Share on FacebookShare on Twitter

Sebelum kita mengenal Chris John atau Daud Yordan, bagi generasi yang hidup di era 1980-an nama Ellyas Pical adalah simbol kebanggaan nasional. Saat itu, jalanan mendadak sepi dan warung-warung kopi penuh sesak setiap kali “The Exocet”, julukan untuk Elly naik ring.

Elly bukan sekadar petinju; ia adalah harapan bangsa yang berhasil membuktikan bahwa anak daerah dari pelosok Maluku bisa mengguncang dunia.

Baca Juga

Renggut 157 Korban Jiwa, Mengenang Kembali Tragedi TPA Leuwigajah

Gerhana Matahari Total 1983: Antara Sains, Mitos & Ketakutan

Gunung Galunggung Meletus, Jejak Kelam Bencana di Tasikmalaya

Dari Pencari Mutiara Menjadi Penguasa Ring

Lahir di Ullath, Saparua, Maluku Tengah pada 24 Maret 1960, masa kecil Elly jauh dari kemewahan. Ia adalah seorang penyelam alami yang mencari mutiara di dasar laut tanpa alat bantu.

Ketertarikannya pada tinju muncul saat ia sering menonton aksi Muhammad Ali di TVRI. Meski sempat dilarang orang tuanya, Elly berlatih sembunyi-sembunyi hingga akhirnya bakatnya ditemukan dan ia mulai merintis karier di jalur amatir sebelum terjun ke profesional pada tahun 1983.

Momen Bersejarah di Istora Senayan

Puncak karier Ellyas Pical terjadi pada 3 Mei 1985. Di hadapan sekitar 12.000 pendukung fanatik di Istora Senayan, Jakarta, Ellyas menghadapi juara bertahan asal Korea Selatan, Chun Ju-do.

Dengan pukulan hook dan uppercut kiri yang mematikan, Ellyas berhasil merobohkan Chun Ju-do di ronde ke-8. Kemenangan ini menobatkan Ellyas Pical sebagai Juara Dunia IBF kelas Bantam Yunior, sekaligus menjadikannya orang Indonesia pertama yang merengkuh gelar juara dunia tinju profesional.

Media menjuluki Ellyas dengan sebutan “The Exocet”. Nama ini diambil dari rudal buatan Prancis yang terkenal sangat cepat dan akurat saat Perang Malvinas.

Julukan ini sangat tepat menggambarkan kecepatan dan daya ledak pukulan tangan kiri Ellyas yang sering kali membuat lawan tersungkur sebelum pertandingan berakhir.

Pada 25 Agustus 1985 ia berhasil mempertahankan gelarnya setelah mengalahkan petinju Australia, Wayne Mulholland. Namun pada laga selanjutnya iya dikalahkan petinju Republik Dominika, Cesar Polanco di Jakarta.

Namun Pical mampu bangkit dan membalas kekalahannya atas Polanco dengan balik memukul KO Polanco pada pertandingan kedua di Jakarta, pada 5 Juli 1986.

Sempat mempertahankan gelar melawan petinju Korea Selatan Dong-chun Lee, langkah Pical terhenti setelah menyerah dari petinju Thailand, Khaosai Galaxy di ronde 14, pada tahun 1987

Sempat Depresi dan Bangkit Lagi!

ellyas pical vs khaosai galaxy

Kekalahan dari Galaxy membuat Pical depresi dan enggan kembali naik ke atas ring. Namun perlahan-lahan Elly mampu bangkit, mimpinya sudah membawanya terlalu jauh. Melangkah maju adalah satu-satunya jalan bagi dirinya.

Oktober 1987, Elly kembali ke Senayan. Ia menantang sang juara bertahan IBF kelas bantam yunior dari Korea Selatan, Tae-ill Chang. Setelah pertarungan panjang 15 ronde, Elly dinyatakan menang melalui keputusan angka tidak bulat (split decision).

Gelar Direbut, Perlahan Menyingkir

Gelar tersebut bertahan selama 2 tahun sebelum Elly harus mengakui keunggulan petinju Kolombia, Juan Polo Perez dalam laga yang digelar di Virginia, Amerika Serikat pada tahun 1989.

Setelah gelarnya direbut, Elly sempat bertanding tinju non gelar sebanyak tiga kali. Akhirnya ayah dari Lorinly dan Matthew Pical ini pun sedikit demi sedikit menyingkir dari ring tinju.

Artikel Menarik Lainnya

Tragedi TPA Leuwigajah 2005

Renggut 157 Korban Jiwa, Mengenang Kembali Tragedi TPA Leuwigajah

Februari 21, 2026
Mengenang Gernaha Matahari Total 1983

Gerhana Matahari Total 1983: Antara Sains, Mitos & Ketakutan

Februari 12, 2026
gunung galunggung meletus

Gunung Galunggung Meletus, Jejak Kelam Bencana di Tasikmalaya

Februari 5, 2026
Arie Hanggara, Tragedi Pilu yang Mengubah Hukum Perlindungan Anak di Indonesia

Arie Hanggara, Tragedi Pilu yang Mengubah Hukum Perlindungan Anak di Indonesia

Januari 30, 2026
Next Post
Nostalgia Keluarga Budi dalam Buku Bahasa Indonesia SD 80-an

Nostalgia Keluarga Budi dalam Buku Bahasa Indonesia SD 80-an

Discussion about this post

Terbaru

Pokemon

27 Februari 1996: Game Pokémon Diluncurkan

Februari 27, 2026
dragon ball anime 2

26 Februari 1986: Anime “Dragon Ball” Tayang Perdana di Fuji TV Jepang

Februari 26, 2026
Muhammad ali vs sonny liston

25 Februari 1964: Muhammad Ali Merebut Gelar Juara Dunia Pertamanya dari Sonny Liston

Februari 25, 2026
“Mencekam” tapi Dirindukan, Sejarah Sirine Penanda Imsak Puasa Jaman Dulu

“Mencekam” tapi Dirindukan, Sejarah Sirine Penanda Imsak Puasa Jaman Dulu

Februari 24, 2026
pertunanagn pangeran charles dan lady diana

24 Februari 1981: Pengumuman Pertunangan Pangeran Charles dengan Lady Diana

Februari 24, 2026
waktudulu.com

Situs Nostalgia Terlengkap: Jelajahi kembali kenangan masa lalu melalui artikel tentang musik retro, tren gaya hidup jadul, ulasan mainan dan barang vintage, hingga peristiwa bersejarah. Tempat seru bagi kamu yang rindu masa lalu. "Satu Klik, Beribu Memori"

Jangan Lewatkan!

pak-tino-sidin-gemar-menggambar-tvri.jpg.

Pak Tino Sidin Sang Guru Gambar Anak Tahun 80-an

by WaktuDulu
Januari 22, 2026
0

Bagi Anak-anak generasi 80'an pasti sangat familiar dengan sosok seorang pria berkacamata tebal, bertopi baret khas pelukis yang sering muncul...

uang logam seratus rupiah

Pak Ogah dan Kenangan Uang 100 Rupiah

by WaktuDulu
Februari 2, 2026
0

“Cepek dulu dong…..!” begitu ucapan khas dari Pak Ogah, salah satu tokoh dalam film boneka Si Unyil yang berkepala plontos...

peluncuran apollo 14

31 Januari 1971: Apollo 13 Diluncurkan ke Bulan

by WaktuDulu
Januari 31, 2026
0

Diluncurkan pada 31 Januari 1971, Apollo 14 menjadi misi "kebangkitan" yang krusial bagi NASA setelah kegagalan dramatis Apollo 13, membuktikan...

No Result
View All Result
  • Home
    • Home – Layout 1
    • Home – Layout 2
    • Home – Layout 3

© 2026 - waktudulu.com.