Bulan Ramadhan selalu memiliki kesan tersendiri waktu kita masih kecil. Salah satu aktifitas yang sering dilakukan anak-nak adalah menunggu adzan Maghrib atau yang populer dengan istilah ngabuburit.
Aktifitas ngabuburit memang paling asyik jika dilakukan bersama teman atau keluarga. Di era digital sekarang, mungkin kita lebih sering terpaku scroll layar smartphone. Tapi, masih ingatkah sobat betapa serunya ngabuburit di tahun 80-an dan 90-an tanpa gadget?
Dulu, kita ngabuburit dengan memainkan permainan papan (board games) atau kartu yang sederhana tapi begitu banyak menimbulkan kesan dan penuh tawa.
Untuk Sobat yang ingin membangkitkan memori masa kecil atau ingin mengenalkan keseruan masa lalu ke anak-anak, berikut adalah daftar permainan anak 80-an yang paling cocok untuk mengisi waktu ngabuburit!
1. Monopoli: Keliling Indonesia Sambil Belajar Kaya Sejak Dini
Siapa yang tidak tahu permainan ini? Monopoli adalah “raja”-nya permainan ngabuburit. Kenapa? Karena satu sesi permainan bisa memakan waktu berjam-jam!
Kapan lagi kita bisa berimajinasi jadi orang kaya dan membeli Monas sampai Pantai Sanur di Bali? lalu membangun rumah dan hotel, tapi hati-hati jangan sampai masuk penjara!
Di Indonesia permainan ini dikenal dengan Monopoli Nasional karena menampilkan petak-petak berdasarkan tempat-tempat terkenal di Indonesia seperti Candi Borobudur, Gunung Tangkuban Perahu, Stasiun Pasar Turi, Bandara Kemayoran dan lain-lain. Ada juga versi Internasional dan versi aslinya dari luar negeri.
2. Ular Tangga: Sederhana tapi Mendebarkan
Permainan bisa dimainkan siapa saja termasuk oleh adik yang masih kecil sekalipun. Karena permainannya sangat sederhana, kita hanya melempar dadu dan mnggerakan bidak sesuai angka dadu yang muncul.
Hati-hati, jika bidak berhenti tepat di petak bergambar ular bidak haru turun sesuai panjangnya ular tersebut. Tapi jangan khawatir jika bidak kita tepat berhenti di kotak tangga, maka kita akan naik sesuai tingginya tangga.
Momen paling seru adalah saat bidak kita sudah hampir mencapai angka 100, tapi tiba-tiba harus turun drastis karena menginjak ekor ular raksasa yang panjang.
3. Kartu Kwartet: Adu Cermat dan Ingatan
“Punya kartu seri mobil?” atau “Minta seri Pemain Sepak Bola nomor 3?”. Kalimat-kalimat ini pasti akrab di telinga anak generasi 80-an.
Dalam permainan ini kita harus mengumpulkan empat kartu dalam satu seri yang sama. Kita harus mengingat kartu apa saja yang sudah diminta lawan agar strategimu berhasil.
Gambarnya pun bermacam-macam, mulai dari tokoh kartun, pemandangan alam, hingga alat transportasi dunia. Pemain yang bisa mengumpulkan 4 seri gambar lengkap paling banyak dialah yang jadi pemenang.
4. Ludo: Adu Cepat Bidak yang Bikin Gemas
Ludo adalah permainan strategi sederhana yang seringkali berakhir dengan tawa atau justru “perang dingin” sementara karena bidakmu ditendang balik ke markas oleh lawan.
Tujuan permainan ini adalah menjalankan empat bidak untuk sampai ke garis finis. Strategi untuk saling “tendang” bidak lawan membuat suasana ngabuburit jadi sangat seru dan hidup.
Mengapa Permainan “Jadul” Lebih Asyik untuk Ngabuburit ?
Jaman sekarang permainan-permainan tersebut di atas memang ada versi digitalnya, tapi sensasi bermain langsung di atas bidang permainan dan berhadapan langsung denga pemain lainnya punya kepuasan tersendiri yang tak tergantikan.
Selain membangkitkan nostalgia, bermain permainan fisik seperti ini memiliki banyak manfaat dibandingkan hanya main game di HP. Ada interaksi tatap muka, tawa, dan obrolan nyata dengan teman atau keluarga.
Selain itu mata jadi lebih rileks tanpa paparan cahaya dari ponsel dan yang tak kalah penting untuk melatih sportivitas, belajar menang dan kalah secara langsung di hadapan teman.










Discussion about this post