waktudulu.com
  • Kaset Kusut
  • Kotak Mainan
  • Layar Jadul
  • Kertas Tua
  • Barang Kenangan
  • Jejak Peristiwa
  • Ragam
No Result
View All Result
  • Kaset Kusut
  • Kotak Mainan
  • Layar Jadul
  • Kertas Tua
  • Barang Kenangan
  • Jejak Peristiwa
  • Ragam
waktudulu.com
No Result
View All Result
  • Kaset Kusut
  • Kotak Mainan
  • Layar Jadul
  • Kertas Tua
  • Barang Kenangan
  • Jejak Peristiwa
  • Ragam

Musik Indonesia 80-an: Dari Pop Kreatif Hingga ‘Lagu Cengeng’

Januari 23, 2026
in Kaset Kusut
Musik Indonesia 80-an
Share on FacebookShare on Twitter

Jika kita bicara tentang musik Indonesia tahun 80-an, bayangan kita pasti tertuju pada gaya rambut mullet, celana cutbray, dan pemutar kaset (tape recorder). Dekade ini adalah saksi lahirnya berbagai genre ikonik yang bahkan hingga saat ini masih sering diputar oleh generasi Z lewat skena city pop.

Mari kita bedah apa saja yang membuat tren musik era 80-an begitu istimewa dan tak lekang oleh waktu.

Baca Juga

Demam Lagu Jenaka, Saat Musik Indonesia Tak Hanya Bicara Cinta

Dominasi Pop Kreatif yang Urban

Sering disebut sebagai cikal bakal Indonesian City Pop, genre Pop Kreatif muncul sebagai alternatif musik pop yang lebih kompleks. Menggabungkan unsur jazz fusion, funk, dan disco, genre ini sangat populer di kalangan anak muda perkotaan.

Nama-nama seperti Chrisye, Fariz RM, Keenan Nasution, dan Vina Panduwinata adalah ikon genre musik ini. Lagu-lagu seperti “Sakura”, “Anak Sekolah” dan “Burung Camar” begitu legendaris bagi para penikmatnya.

Karakteristik musik Pop Kreatif ditandai dengan penggunaan synthesizer analog yang kental dan aransemen musik yang rapi.

Fenomena “Lagu Cengeng” (Pop Melankolis)

Di sisi lain, Indonesia juga diramaikan oleh aliran Pop Melankolis. Lagu-lagu ini memiliki lirik yang sangat sentimental, puitis, dan sering kali bertema patah hati yang mendalam. Menariknya, tren ini sempat mendapat “teguran” dari pemerintah Orde Baru karena dianggap terlalu “lemas” dan tidak membangun semangat nasionalisme.

Lagu-lagu seperti “Hati yang Luka” dari Betharia Sonata dan “Gelas-Gelas Kaca” yang dinyanyikan Nia Daniaty kerapkali terdengar di radio dan menghiasi layar TV kala itu.

Selain Betharia Sonatha dan Nia Daniaty, nama-nama musisi yang lekat dengan genre ini adalah Obie Mesakh, Rinto Harhap dan Endang S. Taurina.

Kejayaan Lady Rocker dan Heavy Metal

Tahun 80-an juga menjadi era musik “berisik” yang keren. Musik Rock dan Heavy Metal mulai disukai anak muda. Munculnya istilah Lady Rocker memberikan warna baru di mana penyanyi perempuan tampil dengan vokal yang gahar.

Nama-nama beken seperti Nicky Astria, Anggun C. Sasmi (awal karier), dan Mel Shandy muncul pada era ini. Lagu-lagu seperti “Jarum Neraka”, “Tua-tua Keladi” atau “Bianglala” jadi favorit kala itu.

Sementara dari jajaran band, grup seperti God Bless, Power Metal dan Elpamas merajai panggung-panggung konser. Aksi panggung mereka selalu dipenuhi para penggemarnya. Lagu-lagu andalan seperti “Semut Hitam”, “Timur Tragedi” mampu mengguncang dan membuat penonton turut mengangguk-nganggukan kepala khas gaya rock dan heavy metal.

Musik Indonesia 80-an dan Teknologi Pita Kaset

Era musik 80’an semakin boomimg dengan adanya teknologi pita kaset. Sebelum era streaming, kaset adalah raja. Membeli kaset asli di toko musik adalah ritual wajib anak muda 80-an. Fenomena kaset bajakan juga sangat marak saat itu, di mana orang bisa membeli 3 kaset seharga Rp2.000 saja di pedagang kaki lima., sementara kaset asli dijual seharga Rp. 3000 – 5000/kaset.

Yang menarik saat ini, banyak musisi muda seperti Diskoria atau grup Wijaya 80 yang membawa kembali estetika musik Indonesia tahun 80-an. Hal ini membuktikan bahwa kualitas produksi dan kedalaman lirik musik era tersebut memiliki daya magis yang kuat lintas generasi.

Siapa penyanyi tahun 80an favorit Sobat dan apakah masih menyimpan koleksi kasetnya?

Artikel Menarik Lainnya

Demam Lagu Jenaka

Demam Lagu Jenaka, Saat Musik Indonesia Tak Hanya Bicara Cinta

Januari 28, 2026
Next Post
Komik Petruk Gareng Karya Tatang S.

Komik Petruk Gareng Karya Tatang S. : Bacaan Rakyat yang Menembus Zaman

Discussion about this post

Terbaru

7 Februari 1940 – Film Kedua Disney “Pinocchio” Dirilis

7 Februari 1940 – Film Kedua Disney “Pinocchio” Dirilis

Februari 7, 2026
jumpman michael jordan logo

6 Februari 1988: Lahirnya Logo Ikonik “Jumpman” Michael Jordan

Februari 6, 2026
hari lahir christiano ronaldo

5 Februari 1985: Lahirnya Sang megabintang CR7

Februari 5, 2026
Kisah “Oshin” yang Menguras Air Mata Pemirsa TVRI

Kisah “Oshin” yang Menguras Air Mata Pemirsa TVRI

Februari 4, 2026
peluncuran facebook 1 februari 2004

4 Februari 2004: Lahirnya Raksasa Media Sosial Facebook

Februari 4, 2026
waktudulu.com

Situs Nostalgia Terlengkap: Jelajahi kembali kenangan masa lalu melalui artikel tentang musik retro, tren gaya hidup jadul, ulasan mainan dan barang vintage, hingga peristiwa bersejarah. Tempat seru bagi kamu yang rindu masa lalu. "Satu Klik, Beribu Memori"

Jangan Lewatkan!

luna 9

3 Februari 1966: Wahana Antariksa Luna 9 Jadi Pionir Pendaratan di Bulan

by WaktuDulu
Februari 3, 2026
0

Pada tanggal 3 Februari 1966, Uni Soviet mencatatkan sejarah besar dalam perlombaan antariksa ketika wahana Luna 9 berhasil melakukan pendaratan...

30 Januari 2007: Windows Vista Diluncurkan

30 Januari 2007: Windows Vista Diluncurkan

by WaktuDulu
Januari 30, 2026
0

Windows Vista Diluncurkan secara global untuk konsumen pada 30 Januari 2007. Sistem operasi komputer ini hadir sebagai ambisi besar Microsoft...

Aktivitas Anak 90-an yang Kini Tinggal Kenangan

5 Aktivitas Remaja 90-an yang Kini Tinggal Kenangan

by WaktuDulu
Februari 2, 2026
0

Generasi 90-an sering disebut sebagai generasi transisi paling beruntung. Kita sempat merasakan dunia analog yang hangat sebelum akhirnya diterjang tsunami...

No Result
View All Result
  • Home
    • Home – Layout 1
    • Home – Layout 2
    • Home – Layout 3

© 2026 - waktudulu.com.