waktudulu.com
  • Kaset Kusut
  • Kotak Mainan
  • Layar Jadul
  • Kertas Tua
  • Barang Kenangan
  • Jejak Peristiwa
  • Ragam
No Result
View All Result
  • Kaset Kusut
  • Kotak Mainan
  • Layar Jadul
  • Kertas Tua
  • Barang Kenangan
  • Jejak Peristiwa
  • Ragam
waktudulu.com
No Result
View All Result
  • Kaset Kusut
  • Kotak Mainan
  • Layar Jadul
  • Kertas Tua
  • Barang Kenangan
  • Jejak Peristiwa
  • Ragam

Gunung Galunggung Meletus, Jejak Kelam Bencana di Tasikmalaya

Februari 5, 2026
in Jejak Peristiwa
gunung galunggung meletus
Share on FacebookShare on Twitter

Bagi warga Jawa Barat, khususnya Tasikmalaya, medio 1982 hingga 1983 bukan sekadar catatan kalender biasa. Itulah masa di mana alam menunjukkan kekuatannya melalui peristiwa Gunung Galunggung meletus.

Selama hampir satu tahun, langit Jawa Barat diselimuti abu vulkanik, mengubah siang menjadi malam dan mengukir memori kolektif yang tak terlupakan hingga hari ini.

Baca Juga

Renggut 157 Korban Jiwa, Mengenang Kembali Tragedi TPA Leuwigajah

Gerhana Matahari Total 1983: Antara Sains, Mitos & Ketakutan

Sang “Exocet” dari Saparua, Jejak Ellyas Pical Juara Dunia Tinju Pertama Indonesia

Letusan besar ini dimulai pada 5 April 1982. Berbeda dengan erupsi gunung api pada umumnya yang berlangsung singkat, Gunung Galunggung menunjukkan aktivitas vulkanik yang persisten selama kurang lebih sembilan bulan hingga awal tahun 1983.

Letusan ini dikategorikan sebagai letusan bertipe Pelean dan Strombolian yang sangat kuat, menghasilkan kolom abu setinggi puluhan kilometer ke angkasa. Suara dentumannya terdengar hingga ke wilayah pesisir Jawa, menciptakan kepanikan massal di tengah masyarakat yang saat itu masih minim akses informasi instan seperti sekarang.

Salah satu dampak paling dahsyat dari letusan ini adalah hujan abu vulkanik yang sangat pekat. Di wilayah Tasikmalaya, Garut, hingga Bandung, sinar matahari tertutup rapat oleh debu. Warga harus menyalakan lampu di siang bolong karena saat itu pada siang hari serasa seperti malam hari.

Peristiwa ini juga menyebabkan lumpuhnya transportasi. Salah satu insiden paling terkenal di dunia penerbangan adalah British Airways Flight 9, yang mesinnya mati total setelah melewati awan abu Galunggung (dikenal sebagai The Jakarta Incident).

Efek lainnya akibat letusan gunung ini adalah mengakibatkan ibuan hektar sawah tertimbun pasir dan abu, menghancurkan ekonomi pertanian lokal saat itu.

Menariknya, di tengah bencana ini, muncul gelombang solidaritas nasional. Media massa saat itu, terutama TVRI, terus mengabarkan kondisi pengungsi. Peristiwa ini juga membekas bagi anak-anak era 80-an yang melihat bagaimana tokoh-tokoh publik ikut serta memberikan dukungan moral bagi para korban di pengungsian.

Bahkan beberapa musisi dan seniman menciptakan lagu yang terinspirasi dari tragedi memilukan ini, seperti lagu “Untuk Kita Renungkan” (Ebiet G. Ade), “Tolong Dengar Tuhan” (Iwan Fals, “Himbauan Galunggung” (Bimbo), “Galunggung Meletus Lagi” (Nasida Ria) dan “Guntur Galunggung” Mang Koko.

Gunung Galunggung Kini

Namun dibalik tragedi yang menyebabkan 4.011 korban jiwa, menghancurkan 114 desa dan memaksa puluhan ribu orang mengungsi ini menyisakan berkah jangka panjang. Material vulkanik yang dulunya menghancurkan tanaman, kini menjadikan tanah di sekitar Tasikmalaya sangat subur.

Selain itu Pasca letusan, terbentuk kawah raksasa yang kini menjadi destinasi wisata unggulan di Jawa Barat.

Mengenang Gunung Galunggung meletus adalah cara kita menghormati sejarah dan kekuatan alam. Bagi generasi yang mengalaminya, bau belerang dan debu putih di atap rumah adalah pengingat akan ketabahan warga Tasikmalaya dan sekitarnya melewati salah satu ujian alam terbesar di abad ke-20.

Foto: https://volcano.si.edu

Artikel Menarik Lainnya

Tragedi TPA Leuwigajah 2005

Renggut 157 Korban Jiwa, Mengenang Kembali Tragedi TPA Leuwigajah

Februari 21, 2026
Mengenang Gernaha Matahari Total 1983

Gerhana Matahari Total 1983: Antara Sains, Mitos & Ketakutan

Februari 12, 2026
Sang “Exocet” dari Saparua, Jejak Ellyas Pical Juara Dunia Tinju Pertama Indonesia

Sang “Exocet” dari Saparua, Jejak Ellyas Pical Juara Dunia Tinju Pertama Indonesia

Januari 29, 2026
Arie Hanggara, Tragedi Pilu yang Mengubah Hukum Perlindungan Anak di Indonesia

Arie Hanggara, Tragedi Pilu yang Mengubah Hukum Perlindungan Anak di Indonesia

Januari 30, 2026
Next Post
uang logam seratus rupiah

Pak Ogah dan Kenangan Uang 100 Rupiah

Discussion about this post

Terbaru

Pokemon

27 Februari 1996: Game Pokémon Diluncurkan

Februari 27, 2026
dragon ball anime 2

26 Februari 1986: Anime “Dragon Ball” Tayang Perdana di Fuji TV Jepang

Februari 26, 2026
Muhammad ali vs sonny liston

25 Februari 1964: Muhammad Ali Merebut Gelar Juara Dunia Pertamanya dari Sonny Liston

Februari 25, 2026
“Mencekam” tapi Dirindukan, Sejarah Sirine Penanda Imsak Puasa Jaman Dulu

“Mencekam” tapi Dirindukan, Sejarah Sirine Penanda Imsak Puasa Jaman Dulu

Februari 24, 2026
pertunanagn pangeran charles dan lady diana

24 Februari 1981: Pengumuman Pertunangan Pangeran Charles dengan Lady Diana

Februari 24, 2026
waktudulu.com

Situs Nostalgia Terlengkap: Jelajahi kembali kenangan masa lalu melalui artikel tentang musik retro, tren gaya hidup jadul, ulasan mainan dan barang vintage, hingga peristiwa bersejarah. Tempat seru bagi kamu yang rindu masa lalu. "Satu Klik, Beribu Memori"

Jangan Lewatkan!

Komik Petruk Gareng Karya Tatang S.

Komik Petruk Gareng Karya Tatang S. : Bacaan Rakyat yang Menembus Zaman

by WaktuDulu
Januari 23, 2026
0

Di tengah gempuran manga Jepang dan komik Marvel, Indonesia pernah memiliki "raja" komik lokal yang terjual jutaan eksemplar di pasar...

kaleng khong guan legend

Mengenal Bernadus Prasodjo, Seniman di Balik Gambar Legendaris Pada Kaleng Khong Guan

by WaktuDulu
Januari 21, 2026
0

Jika menyebut merek biskuit apa yang identik dengan Lebaran, sebagian besar masyarakat Indonesia pasti sepakat menyebut Khong Guan. Biskuit dalam...

permen karet yosan

Huruf “N” di Bungkus Permen Karet YOSAN, Mitos atau Fakta?

by WaktuDulu
Februari 3, 2026
0

Bagi anak-anak yang tumbuh di era 90-an, Permen Karet Yosan bukan sekadar jajanan manis. Ia adalah tiket menuju petualangan mencari...

No Result
View All Result
  • Home
    • Home – Layout 1
    • Home – Layout 2
    • Home – Layout 3

© 2026 - waktudulu.com.