waktudulu.com
  • Kaset Kusut
  • Kotak Mainan
  • Layar Jadul
  • Kertas Tua
  • Barang Kenangan
  • Jejak Peristiwa
  • Ragam
No Result
View All Result
  • Kaset Kusut
  • Kotak Mainan
  • Layar Jadul
  • Kertas Tua
  • Barang Kenangan
  • Jejak Peristiwa
  • Ragam
waktudulu.com
No Result
View All Result
  • Kaset Kusut
  • Kotak Mainan
  • Layar Jadul
  • Kertas Tua
  • Barang Kenangan
  • Jejak Peristiwa
  • Ragam

Renggut 157 Korban Jiwa, Mengenang Kembali Tragedi TPA Leuwigajah

Februari 21, 2026
in Jejak Peristiwa
Tragedi TPA Leuwigajah 2005
Share on FacebookShare on Twitter

Tanggal 21 Februari 2005 akan selalu diingat sebagai hari berkabung nasional bagi pegiat lingkungan dan bagi masyarakat Indonesia. Di perbatasan Kota Cimahi dan Kabupaten Bandung, sebuah gunungan sampah setinggi puluhan meter tiba-tiba runtuh, menimbun puluhan rumah dan merenggut ratusan nyawa.

Hingga kini, peristiwa Longsor TPA Leuwigajah Kecamatan Cimahi Selatan, Jawa Barat tersebut masih menyisakan duka sebagai salah satu musibah paling parah di Indonesia

Baca Juga

Gerhana Matahari Total 1983: Antara Sains, Mitos & Ketakutan

Sang “Exocet” dari Saparua, Jejak Ellyas Pical Juara Dunia Tinju Pertama Indonesia

Gunung Galunggung Meletus, Jejak Kelam Bencana di Tasikmalaya

Kronologi Kejadian

Senin dini hari sekira pukul 02.00 Cimahi diguyur hujan deras Curah hujan yang tinggi memicu ledakan gas metana (CH_4) yang terperangkap di dalam tumpukan sampah sehingga gunungan sampah sepanjang 200 meter dan setinggi 60 meter di TPA Leuwigajah runtuh diikuti suara gemuruh besar. Bahkan terdengar hingga radius puluhan kilometer

Tragedi TPA Leuwigajah 2005 3
Foto: Pikiran Rakyat

Ribuan ton sampah terjun bebas dan menghantam dua permukiman penduduk yang berada di bawah TPA Leuwigajah yakni Desa Cilimus dan Desa Pojok. Akibat kejadian tersebut sebanyak 157 jiwa dinyatakan meninggal dunia akibat tertimbun hidup-hidup di bawah ribuan ton limbah rumah tangga.

Dijadikan Lokasi TPA sejak 1987

Leuwigajah adalah bagian dari sistem pembuangan limbah Bandung Raya. Tempat ini mulai digunakan sebagai TPA pada tahun 1987. Lembah kecil di kaki gunung itu sebelumnya hanyalah aliran air yang tenang, namun berubah menjadi tempat tumpukan limbah harian dari Kota Bandung, Kabupaten Bandung, dan Kota Cimahi.

TPA ini tidak dikelola oleh satu pihak saja. Ada tiga otoritas yang terlibat—Kota Bandung, Kabupaten Bandung, dan Kota Cimahi. Namun sayangnya, tata kelolanya tidak seragam dan semakin tidak terkontrol dari waktu ke waktu.

Dari yang awalnya merupakan sistem controlled landfill atau pembuangan terkendali, Leuwigajah berubah menjadi open dumping di mana sampah ditumpuk begitu saja tanpa perencanaan teknis, sistem drainase, atau pemadatan sehingga sampah hanya ditumpuk hingga membentuk gunung yang rawan runtuh.

Banyak ahli lingkungan menyebut ini sebagai man-made disaster (bencana akibat ulah manusia). Beberapa faktor penyebabnya antara lain Sampah organik yang membusuk menghasilkan gas metana.

Tanpa sistem ventilasi yang baik, gas ini menjadi bom waktu yang bisa meledak kapan saja. Diperparah air hujan menambah beban berat tumpukan sampah dan membuatnya menjadi tidak stabil

Dijadikan sebagai Hari Peduli Sampah Nasional.

Tragedi ini memicu keprihatinan sekaligus kesadaran publik yang luar biasa. Pemerintah akhirnya menetapkan tanggal terjadinya peristiwa ini sebagai Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN)

Dampaknya terasa hingga melahirkan kebijakan UU No. 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah, yang melarang penggunaan metode open dumping dan mewajibkan peralihan ke sanitary landfill atau sistem pengolahan yang lebih modern.

Pelajaran dari Tragedi TPA Leuwigajah

Dua dekade berlalu, namun masalah sampah di Bandung Raya dan kota-kota besar lainnya belum sepenuhnya usai. Melihat kondisi tersebut peran masyarakat sangat penting untuk mengurangi resiko bencana serupa terulang.

Tiga tindakan nyata yang bisa dilakukan oleh kita adalah Pilah Sampah dari Rumah: Mengurangi beban TPA dimulai dari dapur kita sendiri, Kelola Sampah Organik: Gas metana berasal dari sampah organik yang tertumpuk. Mengompos adalah cara terbaik mencegah “bom waktu” di TPA dan Kurangi Plastik: Sampah plastik membuat struktur tumpukan sampah menjadi tidak stabil karena tidak bisa terurai.

Mengenang tragedi TPA Leuwigajah adalah untuk mengingatkan kembali bahwa “sampahmu adalah tanggung jawabmu”. Masalah sampah bisa dituntaskan dari rumah tanpa harus menjadi tumpukan yang menggunung di pembuangan akhir. Jangan sampai ada “Leuwigajah” kedua di masa depan hanya karena kelalaian dalam mengelola sisa konsumsi harian kita. (WD)

Artikel Menarik Lainnya

Mengenang Gernaha Matahari Total 1983

Gerhana Matahari Total 1983: Antara Sains, Mitos & Ketakutan

Februari 12, 2026
Sang “Exocet” dari Saparua, Jejak Ellyas Pical Juara Dunia Tinju Pertama Indonesia

Sang “Exocet” dari Saparua, Jejak Ellyas Pical Juara Dunia Tinju Pertama Indonesia

Januari 29, 2026
gunung galunggung meletus

Gunung Galunggung Meletus, Jejak Kelam Bencana di Tasikmalaya

Februari 5, 2026
Arie Hanggara, Tragedi Pilu yang Mengubah Hukum Perlindungan Anak di Indonesia

Arie Hanggara, Tragedi Pilu yang Mengubah Hukum Perlindungan Anak di Indonesia

Januari 30, 2026

Discussion about this post

Terbaru

Tragedi TPA Leuwigajah 2005

Renggut 157 Korban Jiwa, Mengenang Kembali Tragedi TPA Leuwigajah

Februari 21, 2026
21 Februari 2005: Terjadinya Tragedi TPA Leuwigajah

21 Februari 2005: Terjadinya Tragedi TPA Leuwigajah

Februari 21, 2026
ipod_mini

20 Februari 2004: Apple Meluncurkan ipod Mini

Februari 20, 2026
Logo tumblr

19 Februari 2007: Media Sosial Tumblr Diluncurkan

Februari 19, 2026
KH Zainudin MZ

Mengenang KH. Zainudin MZ, Sosok “Dai Sejuta Umat” yang Fenomenal

Februari 18, 2026
waktudulu.com

Situs Nostalgia Terlengkap: Jelajahi kembali kenangan masa lalu melalui artikel tentang musik retro, tren gaya hidup jadul, ulasan mainan dan barang vintage, hingga peristiwa bersejarah. Tempat seru bagi kamu yang rindu masa lalu. "Satu Klik, Beribu Memori"

Jangan Lewatkan!

James buster douglas vs mike tyson

11 Februari 1990: James “Buster” Douglas Memukul KO Mike Tyson

by WaktuDulu
Februari 11, 2026
0

Pada 11 Februari 1990, dunia olahraga diguncangkan oleh salah satu kejutan terbesar sepanjang masa ketika James "Buster" Douglas, petinju yang...

Arie Hanggara, Tragedi Pilu yang Mengubah Hukum Perlindungan Anak di Indonesia

Arie Hanggara, Tragedi Pilu yang Mengubah Hukum Perlindungan Anak di Indonesia

by WaktuDulu
Januari 30, 2026
0

Beberapa dekade telah berlalu, namun nama Arie Hanggara tetap menjadi simbol duka sekaligus pengingat keras bagi para orang tua di...

Nagbuburit seru anak 80-an

Ngabuburit Seru Anak 80-an: Dari Ular Tangga sampai Ludo

by WaktuDulu
Januari 23, 2026
0

Bulan Ramadhan selalu memiliki kesan tersendiri waktu kita masih kecil. Salah satu aktifitas yang sering dilakukan anak-nak adalah menunggu adzan...

No Result
View All Result
  • Home
    • Home – Layout 1
    • Home – Layout 2
    • Home – Layout 3

© 2026 - waktudulu.com.