Bagi generasi yang tumbuh di era 80-an dan 90-an, hari Minggu pagi pukul 08.00 WIB selepas acara Senam Pagi Indonesia adalah waktu yang ditunggu-tunggu.
Diawali dengan kemunculan bocah berpeci dan dua orang temannya sedang bermain kucing-kucingan, lalu mengucapkan kata “Hom-Pim-Pah” “Unyil Kucing! diikuti suara musik bernada ceria yang menjadi ciri khas. Kata-kata dan musik pembuka tersebut adalah magnet yang menyatukan jutaan anak Indonesia di depan televisi waktu itu.
Diproduksi oleh PPFN (Pusat Produksi Film Negara) dan ditayangkan oleh TVRI, Si Unyil bukan hanya sekadar pertunjukan boneka tangan Ia adalah fenomena budaya, media edukasi, dan cermin kehidupan masyarakat Indonesia pada masanya.
Tokoh di Balik Film Si Unyil
Film Boneka Si Unyil pertama kali mengudara di TVRI pada tanggal 5 April 1981. Siapa pencipta boneka Si Unyil? Tokoh di balik mahakarya ini adalah Drs. Suyadi, yang lebih dikenal dengan nama Pak Raden yang juga menjadi salah satu tokoh ikonik di film ini.
Drs. Suyadi menciptakan Unyil sebagai alternatif tontonan anak-anak yang mendidik di tengah minimnya konten lokal saat itu. Unyil dirancang untuk mencerminkan karakteristik anak Indonesia yang sederhana, cerdas, dan penuh rasa ingin tahu.

Si Unyil tidak sendirian. Ia dikelilingi oleh karakter-karakter yang mewakili berbagai strata sosial dan sifat manusia di lingkungan desa fiktif bernama Desa Sukamaju.
Di antaranya ada teman bermain Unyil yaitu Usro dan Ucrit. Lalu ada Cuplis, Meilani, Bunbun. Dari tokoh warga lainnya ada Pak Raden, Pak Lurah, kemudian salah satu tokoh yang paling diingat lewat kata-katanya “cepek dulu dong” yaitu Pak Ogah dan temannya Ableh.
Selama masa jayanya di TVRI (1981-1993), selain sebagai hiburan Si Unyil digunakan oleh pemerintah sebagai sarana sosialisasi berbagai kebijakan dibidang kesehatan, pendidikan, Keluarga Berencana (KB) dan Kebudayaan.
Evolusi Si Unyil di Era Milenial
Setelah sempat vakum, Si Unyil mengalami metamorfosis. Di era 2000-an, karakter ini muncul kembali dalam format yang berbeda.
Trans7 kembali mengangkat karakter boneka legendaris ini ke layar kaca dengan judul yang lebih kekinian “Laptop Si Unyil” dari tahun 2007 hingga 2024.

Meskipun formatnya berubah menjadi acara pengetahuan dan jalan-jalan, karakter boneka Unyil tetap dipertahankan sebagai tokoh utama yang cerdas dan penuh keingintahuan seperti versi asli tahun 80-an, dan tokoh-tokoh seperti Pak Raden dan Pak Ogah juga tetap dimunculkan.
Penayangan Si Unyil modern ini cukup sukses, ini membuktikan bahwa pesonanya tidak pernah pudar meskipun hiburan untuk anak-anak di jaman sekarang semakin beragam.
Si Unyil adalah bukti bahwa konten lokal yang kuat, berkarakter, dan memiliki pesan moral yang tulus akan selalu memiliki tempat di hati masyarakat.
Si Unyil mengajarkan kita bahwa persahabatan, kerja keras, dan cinta tanah air bisa disampaikan dengan cara yang sangat sederhana dan menyenangkan: lewat gerakan boneka tangan dan dialog yang jujur. (DW)














Discussion about this post